PB PASI Gelar Coaching Clinic Demi Tingkatkan Kualitas Lomba Lari

PB PASI Gelar Coaching Clinic Demi Tingkatkan Kualitas Lomba Lari

Mercy Raya - Sport
Kamis, 09 Apr 2026 18:10 WIB
PB PASI
Foto: Mercy Raya/detikSport
Jakarta -

Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) menggelar Indonesia Road Running Clinic 2026. Tujuannya untuk meningkatkan kualitas lomba lari.

Klinik kepelatihan lomba lari jalan raya itu berlangsung di kawasan Senayan, pada Kamis (9/4/2026). Ini edisi ajang kedua, sebelumnya sempat digelar Oktober tahun lalu.

"Semangat di balik acara ini adalah kebersamaan. Kami melihat bahwa kompetisi lari jalan raya berkembang pesat di Indonesia. Saya mendapat data bahwa pada tahun 2025, total lombanya sudah sampai 500 kompetisi lari jalan raya di Indonesia," kata Waketum PB PASI Tigor Tanjung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jika jumlah kompetisi meningkat, makankita juga perlu memperhatikan kualitasnya. Mungkin sejak 20 tahun lalu, kita membantu penyelenggaraan kompetisi lari agar dapat ditata sesuai aturan, kaidah dan manajemen yang berjalan, sehingga kompetisi berjalan dengan baik. Karena tujuan sebuah kompetisi itu secara sederhan hanya dua, peserta harus aman dan nyaman."

"Inilah yang perlu diuraikan lagi, apa-apa saja itu? Semuanya harus mengikuti aturan, harus memenuhi kebutuhan medis, untuk pertolongan, jalur yang baik seperti apa sih? Harus ditutup dari kendaraan motor, jangan kejam kepada pelarinya naik-turun. Itulah yang kami tampilkan dalam acara ini," lanjutnya.

ADVERTISEMENT

PASI sebagai induk organisasi atletik terus mendukung lomba lari yang diadakan dengan cara pemberian rekomendasi. Tapi lebih dari itu, secara federasi, PASI juga ingin kualitas event yang disajikan ke publik bisa semakin meningkat di tiap tahunnya.

"Kami tidak ingin memposisikan diri sebagai pihak yang meminta rekomendasi, lalu stampel. Mari kita duduk bersama dan membahas apa yang harus dilakukan agar acara ini menjadi bagus, aman, dan terkenal. Terkenal di sini berarti terkenal karena kualitasnya," Tigor menjelaskan.

"Sekarang banyak teman-teman yang ikut serta dalam kompetisi lari jalan raya di luar negeri, World Marathon Majors. Indonesia pun sebenarnya bisa mencapai level itu, kualitas lomba larinya."

"Namun seperti yang saya katakan sebelumnya, kita harus mengenakan pakaian yang sama. Itulah mengapa dalam seminar ini, para pembicaranya tidak semuanya dari PASI. Banyak teman dari penyelenggara acara, penyelenggara lomba, direktur lomba, berbagi pengetahuan kepada teman-teman lainnya dan itu lah semangat dari acara ini," tuturnya.

Menyesuaikan dengan slogan PB PASI, atlet yang utama, kemenangan kedua. Tigor pun mengajak seluruh pihak untuk menerapkan dua hal penting tersebut ketika akan membuat event-event lari di jalan raya.

"Jadi kita harus memastikan bahwa para peserta aman. Dimulai dari mana? Pilih tempat, lokasi, rute, di mana rutenya? Bisakah rute tersebut ditutup enggak kendaraan bermotor? Terutama jika dilakukan di tempat dengan banyak persimpangan, persimpangan 4, persimpangan 3, ada risikonya," dia menyebutkan.

"Lalu air minum. Ini juga penting dan harus memadai. Kemudian tim medis. Sekarang ada banyak kompetisi, tim medisnya tidak hanya menunggu kompetisi, sebelum acara diadakan, mereka sudah melakukan persiapan awal, dengan membuat penyuluhan, seperti klinik, para peserta dapat mendengarkan, dan itu adalah bagian dari ekosistem kompetisi saat ini."

"Jadi, itulah yang ingin kita antisipasi, yang ingin kami berikan kepada para peserta. Kita belajar bersama, mari bergerak maju bersama, agar para peserta aman," katanya.

Sehubungan dengan ekosistem yang semakin siap, Tigor berharap, dampaknya bisa ikut terasa bagi atlet-atlet atletik Indonesia ke depannya, dan sejatinya sudah terlihat efeknya.

"Sebagai contoh, Robi Syianturi, Rikki Simbolon, Odekta, dan lain-lain sejalan dengan latihan yang mereka lakukan, acara lari itu juga membantu mereka semakin meningkatkan performa. Mereka pun merasa senang."

Ajang lari di Indonesia semakin baik. Para pelari Indonesia di belakang Robi dan Rikki juga merasa senang. Semoga dari sisi performa, akan ada Robi Syanturi lainnya, bahkan lebih tunggi lagi prestasinya," Tigor mengharapkan.

"Kemudian, ini menjadi sebuah sistem. Dengan adanya ajang lari yang bagus di Indonesia, beberapa di antaranya kini berada di level elit dari World Athletics. Pihak luar pun mengenal ajang ini.

"Jadi, mereka ingin datang ke sini. Dan mereka mengundang pelari kitake sana. Ini pun menjadi sebuah sistem. Prestasi jalan, manajemen lomba juga jalan," tegas Tigor.

(mcy/aff)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads