Sugiono Jadi Ketum PB IPSI, Erick Thohir Siap Kawal Pencak Silat Mendunia

Sugiono Jadi Ketum PB IPSI, Erick Thohir Siap Kawal Pencak Silat Mendunia

Inkana Putri - Sport
Minggu, 12 Apr 2026 22:06 WIB
Kemenpora
Foto: Dok. Kemenpora
Jakarta -

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mengucapkan selamat atas terpilihnya Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar (PB) Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) 2026-2030. Sugiono terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Nasional (Munas) XVI IPSI Tahun 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), kemarin malam.

"Saya ingin mengucapkan selamat kepada Bapak Sugiono yang menjadi Ketua IPSI secara aklamasi dan juga selamat kepada semua para pengurus demisioner yang selama ini juga bekerja luar biasa," ucap Erick dalam keterangannya, Minggu (12/4/2026).

Erick menyebut Kemenpora ikut mengawal pembinaan dan pengembangan pencak silat untuk bisa mendunia, sebagaimana tema Munas yaitu 'Pencak Silat Menuju Olimpiade'.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal ini juga sesuai dengan arahan Presiden Prabowo untuk menyebarluaskan pencak silat ke dunia, menjadikannya ikon Indonesia sebagaimana olahraga-olahraga bela diri lainnya yang telah memiliki panggung di dunia.

Apalagi, sambung Erick, prestasi pencak silat dalam hal perolehan medali sudah terbilang konsisten. Selain itu, pencak silat juga sudah sangat dikenal di Indonesia, serta berkontribusi dalam pembangunan karakter masyarakat. Di satu sisi, pencak silat sebagai budaya bangsa dengan nilai-nilai leluhur juga harus tetap dijaga.

ADVERTISEMENT

"Jadi bagaimana kita harus bisa membawa pencak silat ini ke panggung dunia, tidak kalah dengan negara-negara lain. Selama ini sudah ada 83 perwakilan pencak silat di dunia, sehingga ke depan bersama-sama antara IPSI dengan dukungan Bapak Presiden dan kami di Kemenpora, kita bukan hanya mendorong event pencak silat ini lebih luas lagi, tetapi juga mengakar di Indonesia lebih luas lagi," jelas Erick.

Erick mengungkapkan Indonesia tentu bisa memaksimalkan potensi pencak silat sebagaimana olahraga bela diri lainnya yang lebih dahulu populer. Apalagi di Indonesia terdapat 840 perguruan pencak silat. Selain bisa dikembangkan dari segi kebudayaan, juga bisa dari sisi ekonomi.

"Ini penting bahwa dukungan pemerintah ke depan harus lebih berdampak untuk pencak silat, termasuk dorongan secara industri, menjadi sebuah penetrasi yang lebih lebar lagi untuk tentu pembangunan secara ekonomi. Karena saya percaya yang namanya prestasi itu pasti sejalan juga dengan pembangunan secara ekonomi dan menyeluruh," kata Erick.

Erick menegaskan semua pihak harus hadir dan terlibat, baik pemerintah maupun swasta. Kemenpora dalam hal ini ingin menjadi satu kesatuan dengan program sesuai arahan Presiden selama ini, khususnya membawa pencak silat menuju Olimpiade.

Sementara itu, Sugiono mengungkapkan merupakan sebuah kehormatan, tugas dan tanggung jawab yang besar dipilih menahkodai IPSI periode 2026-2030.

Ia mengungkapkan akan melanjutkan komitmen Ketum PB IPSI sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto. Sugiono menegaskan pencak silat merupakan media untuk memperkokoh dan memperkuat kepercayaan diri bangsa, kepercayaan diri masyarakat Indonesia.

"Saya rasa itu merupakan tanggung jawab yang besar yang harus dilakukan oleh IPSI, selain juga di luar tanggung jawab dan tugas untuk bisa menduniakan pencak silat dalam event-event besar dunia, khususnya Olimpiade," pungkasnya.



(akn/ega)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads