Tekad Lintang Ukir Sejarah, Ingin Jadi Wakil Lead Indonesia di Olimpiade 2028

Tekad Lintang Ukir Sejarah, Ingin Jadi Wakil Lead Indonesia di Olimpiade 2028

Mercy Raya - Sport
Kamis, 23 Apr 2026 17:10 WIB
Sukma Lintang Cahyani bertekad ukir sejarah di panjat tebing di Olimpiade 2028. Belum pernah adanya wakil Indonesia dari nomor lead membuat ambisinya kian besar.
Foto: Mercy Raya/detikcom
Jakarta -

Atlet panjat tebing Indonesia, Sukma Lintang Cahyani, membidik target besar menuju Olimpiade 2028. Ia bertekad mengukir sejarah sebagai atlet nomor lead pertama Indonesia yang lolos ke ajang tersebut.

Selama ini, Indonesia dikenal kuat di nomor speed sejak panjat tebing debut di Olimpiade Tokyo 2020. Dominasi itu berlanjut dengan keberhasilan meraih emas lewat Veddriq Leonardo di Olimpiade Paris 2024. Namun, untuk nomor lead dan boulder, Indonesia belum pernah meloloskan wakil.

Peluang Terbuka di Olimpiade 2028

Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia, Yenny Wahid, sebelumnya berharap Indonesia bisa mulai bersaing di nomor lead dan boulder. Apalagi, pada Olimpiade mendatang, nomor speed, lead, dan boulder akan dipertandingkan terpisah. Hal ini membuka peluang lebih besar bagi Indonesia untuk menambah jumlah wakil.

Lintang melihat situasi ini sebagai momentum.

"Saya optimistis kita bisa meloloskan wakil lead di Olimpiade. Apalagi secara progres dibandingkan lalu-lalu, saat ini termasuk cepat. Dari segi peringkat juga (kejuaraan) waktu itu kan pada masuk semifinal, jadi kelihatan progresnya," kata Lintang saat ditemui di Pelatnas panjat tebing di kawasan Bekasi.

ADVERTISEMENT

Jalur Kualifikasi yang Ketat

Untuk tampil di Olimpiade 2028, atlet harus melalui beberapa tahapan kualifikasi. Di antaranya:

  • Berprestasi di Kejuaraan Dunia 2027
  • Lolos dari ajang kontinental (sekitar September-Desember 2027)
  • Mengikuti seri kualifikasi Olimpiade 2028

Partisipasi di ajang tersebut juga bergantung pada peringkat dunia dari kompetisi internasional, termasuk rangkaian IFSC World Cup.

Untuk nomor lead, kuota maksimal adalah empat atlet per negara (dua putra dan dua putri).

Ambisi Ukir Sejarah

Lintang mengakui peluang ini menjadi motivasi besar baginya.

"Iya untuk Olimpide karena belum pernah ada (wakil) lead dan boulder, jadi ingin sekali bisa mengukir sejarah," ujarnya.

Ia juga sadar tantangan yang dihadapi tidak mudah. Karena itu, Lintang terus meningkatkan kualitas teknik, termasuk membaca jalur dan manajemen gerak saat memanjat.

Sebagai bagian dari persiapan, Lintang menargetkan tampil maksimal di seri IFSC World Cup dan Asian Games 2026. Hasil di ajang tersebut diharapkan bisa mendongkrak peringkat dunia sekaligus membuka jalan menuju Olimpiade.

(mcy/krs)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads