Selesai sudah kiprah Sean Gelael di GT World Challenge Asia (GTWCA) 2026 di Mandalika. Insiden di Race 2 bikin Sean gagal mendapatkan podium.
Sebagai satu-satunya pebalap lokal, Sean selalu didatangi para penggemar sesi pit walk, sehingga permintaan foto bareng dan tanda tangan adalah pemandangan lazim. Sean membalasnya dengan memenuhi permintaan mereka, bahkan dengan tambahan bagi-bagi merchandise.
Grid walk juga tak kalah ramai selama Sabtu (2/5) dan Minggu. Di lokasi yang menyentuh aspal panas Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika tersebut antusiasme penggemar yang memiliki akses ke sana sangat besar. Mereka sangat menikmati momen bisa melihat dari dekat dan mengerubungi mobil Ferrari 296 GT3 Evo bernomor 50 dan bila beruntung bisa foto bareng Sean.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya sangat senang akhirnya benar-benar bisa balapan di Mandalika di depan ribuan penonton yang hadir dan itu membuat motivasi jadi berlipat," ujar Sean dalam keterangan kepada detikSport.
Dan motivasi itulah yang membuatnya meraih pole position, lalu naik podium dua kali sebagai P3 (overall) dan P2 (kelas Silver) pada Race 1, Sabtu (2/5).
Pada Race 2 yang digelar, Minggu (3/5), Sean start dari P6 dan langsung melesat ke posisi podium kelas Silver. Sayang, insiden tabrakan dengan pebalap Ferrari 13 Adderley Fong di tikungan 11 membuat Sean terdampar di gravel.
Karena kondisi mobilnya sudah rusak parah, Sean terpaksa mengakhiri lomba lebih cepat.
"Saya lihat dia melebar dan saya berusaha menyusulnya karena kesempatan terbuka. Tapi jalurnya ditutup dan terjadilah tabrakan itu," paparnya.
Publik tentu menantikan lagi aksi Sean di Mandalika. Tapi, jadwal padat Sean di di FIA WEC dan GT World Challenge Europe membuat hal itu sulit terwujud dalam waktu dekat.
Paling tidak ada 13 balapan endurance sepanjang musim dan itu belum termasuk jadwal tes yang tak kalah menyita waktu. Yang terdekat adalah putaran kedua FIA WEC, 6 Hours of Spa-Francorchamps, di Belgia 9 Mei.
(mrp/cas)











































