PB PASI Senang Lihat Perkembangan Tim PAC

PB PASI Senang Lihat Perkembangan Tim PAC

Randy Prasatya - Sport
Rabu, 06 Mei 2026 23:40 WIB
Tim Papua Athletics Center (PAC) kembali mengukuhkan dominasinya di pentas atletik nasional. Mereka mempertahankan gelar juara umum Kejuaraan Atletik Jatim Open 2026.
Foto: dok. Papua Athletics Center
Jakarta -

Tim Papua Athletics Center (PAC) kembali mengukuhkan dominasinya di pentas atletik nasional. Mereka mempertahankan gelar juara umum Kejuaraan Atletik Jatim Open 2026.

Ajang ini berlangsung di Lapangan Atletik "Oentoeng Poedjadi" FIKK-UNESA, Surabaya, pada 1-3 Mei 2026. Kontingen PAC yang diperkuat 16 atlet berhasil mengoleksi total 14 medali: 9 emas, 2 perak, dan 3 perunggu.

"Lahirnya juara dari atlet-atlet debutan menegaskan bahwa potensi atletik Timur Indonesia akan terus mekar melalui program pembinaan yang terstruktur," kata Sekretaris Umum PB PASI, Jodi Mahardi, dalam keterangan persnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sinergi desentralisasi antara PB PASI dan PT Freeport Indonesia kini semakin menjawab kebutuhan regenerasi atletik nasional," sambungnya.

Raihan pada Jatim Open 2026 ini mencatat lonjakan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya, ketika kontingen PAC membawa pulang 11 medali. Peningkatan performa tersebut tidak lepas dari kontribusi tiga atlet muda debutan; Kresensia Mobok Ndiken, Bonevasius Mahuze, dan Natalis Kawad Kaize, yang baru bergabung pada Oktober 2025, namun langsung tampil memukau dengan masing-masing menyumbangkan medali emas.

ADVERTISEMENT

PAC langsung tancap gas sejak hari pertama. Di nomor Lempar Cakram U-20 Putra, Natalis Kawad Kaize dari Merauke membuka pesta emas dengan lemparan sejauh 44,21 meter. Kejayaan di sektor lempar berlanjut lewat dua medali emas di nomor Tolak Peluru: Lina Hisage (U-20 Putri) dari Jayawijaya mencatat tolakan 12,62 meter, sementara Elizabeth Martha Putri Baminggen (Senior Putri) dari Nabire melampaui angka 13,42 meter.

Tim PAC tampil mendominasi pada hari kedua dengan menyapu bersih tiga medali emas di nomor Lempar Lembing Putra lintas kategori. Ketiganya disumbangkan oleh atlet-atlet asal Merauke: Kristostomus Kaize (U-18) dengan lemparan 57,88 meter, debutan Bonevasius Mahuze (U-20) sejauh 60,18 meter, dan atlet senior Silfanus Ndiken yang menutup dominasi hari itu dengan lemparan 68,00 meter.

Koleksi emas PAC di nomor lempar disempurnakan pada hari ketiga oleh debutan Kresensia Mobok Ndiken (U-20 Putri) asal Merauke, yang menorehkan lemparan lembing sejauh 40,44 meter. Di lintasan, PAC juga unjuk kekuatan: Fransisko Adrianto Makaminang dari Boven Digoel merebut emas 800m Senior Putra dengan catatan waktu 1:55,98, dan Mergina Asyerem dari Biak mengamankan emas 200m Senior Putri dalam 24,55 detik.

Koleksi medali kontingen diperkaya oleh perak dari Benediktus Tsolme asal Mimika (400m Senior Putra, 49,40 detik) dan Elizabeth Martha Putri Baminggen (Lontar Martil Senior Putri, 40,83 meter). Adapun tiga perunggu diraih oleh Hendrik Raikerts Dacosta dari Waropen (400m Gawang Senior Putra, 57,50 detik), Mandala Putra Rumaikewi dari Biak (200m Senior Putra, 21,98 detik), dan Demianus Yenjau dari Tambrauw (2.000m Steeplechase U-18 Putra, 6:39,09).

Di luar podium, Jatim Open 2026 menjadi arena kalibrasi berharga bagi sejumlah atlet PAC lainnya. Demianus Yenjau tampil gigih di final 1.500m U-18 Putra dengan finis keempat (4:19,31), diikuti pelari asal Sorong Imanuel Yewen di posisi ketujuh (4:24,94). Eqman Yance Elektriko Kafiar dari Jayapura menembus final 400m Senior Putra di peringkat kelima (50,35 detik), sementara Yusuf Manakopeyau dari Mimika mencatatkan lompatan 5,73 meter di final Lompat Jauh U-18 Putra (peringkat ke-11).

Kolaborasi strategis antara PB PASI dan PTFI dalam program PAC bertujuan mengembangkan potensi atletik nasional sekaligus memperluas akses bagi atlet-atlet daerah melalui pelatihan intensif, fasilitas berstandar tinggi, dan pendampingan menyeluruh yang terus dievaluasi demi peningkatan performa yang berkelanjutan.

Papua Athletics Center (PAC) adalah Pusat Pelatihan Atletik Desentralisasi Mimika yang lahir dari kolaborasi strategis antara Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) dan PT Freeport Indonesia.

"Peningkatan perolehan medali dan lahirnya juara dari atlet debutan adalah bukti nyata bahwa ekosistem pembinaan PAC berjalan sangat efektif. Kemunculan nama-nama baru yang langsung menyabet emas membuktikan bahwa cetak biru pelatihan kami bersama PB PASI berada di jalur yang tepat. PT Freeport Indonesia berkomitmen menjaga kesinambungan program ini guna memastikan regenerasi atletik nasional dari Tanah Papua tidak pernah putus," kata Direktur & EVP Sustainable Development PT Freeport Indonesia, Claus Wamafma.




(ran/bay)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads