Lintang Flores 2026 Selesai, Pesepeda Malang Ini Jadi Pemenangnya

Lintang Flores 2026 Selesai, Pesepeda Malang Ini Jadi Pemenangnya

Mohammad Resha Pratama - Sport
Sabtu, 09 Mei 2026 12:45 WIB
Selesai sudah ajang sepeda ultra Lintang Flores 2026. Pesepeda asal Malang Juney Hanafi tampil sebagai pemenang.
Pesepeda asal Malang Juney Hanafi tampil sebagai pemenang Lintang Flores 2026.(Foto: dok.Lintang Flores 2026)
Labuan Bajo -

Selesai sudah ajang sepeda ultra Lintang Flores 2026. Pesepeda asal Malang Juney Hanafi tampil sebagai pemenang sekaligus bikin rekor.

Start edisi ketiga ajang ini dimulai dari Ta'aktana Luxury Collection Resort & Spa Labuan Bajo, Minggu (3/5/2026) dan selesai Kamis (7/5) pukul 10.00 WITA di tempat yang sama.

Menempuh jarak 1.034 KM dengan elevasi 19 ribu meter antara Labuan Bajo-Maumere-Labuan Bajo, Juney mengalahkan 19 peserta dari berbagai negara yang berhasil finis sesuai batas COT (cut-off time).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia mencatatkan sejarah sebagai pemenang pertama asal Indonesia di ajang ini setelah sebelumnya dikuasai pebalap Inggris dan Australia. Juney mencatatkan waktu 79 jam 5 menit.

Posisi kedua dan ketiga tahun ini diraih oleh Muhammad Ghanez Athoriq dan Muhammad Irwan, masing-masing dengan catatan waktu 80 jam 21 menit dan 82 jam 5 menit.

ADVERTISEMENT

Sementara, juara Bentang Jawa kategori wanita asal Belanda, Charlotte Troost, mencatatkan diri sebagai finisher pertama kategori wanita di ajang ini dengan catatan waktu 87 jam 48 menit.

Perjuangan Juney selama 30 jam perjalanan dari Malang, Surabaya, lalu tiba di Labuan Bajo pun terbayar lunas lewat gelar juara.

"Rutenya luar biasa-naik turun gunung dan pantai ratusan kali. Untuk yang akan ikut, siap-siap nanjak. Saya merasa gear saya kurang, jadi di beberapa tanjakan cadence mulai drop. Pada KM 800 ke atas, saya bahkan sempat mendorong sepeda," ujar Juney dalam rilis kepada detikSport.

Juney menyebut sekantung kurma dan nasi kuning menjadi teman setia sepanjang melintasi pulau Flores. Pengaturan sepeda yang digunakannya pun relatif sederhana, simbol bahwa sepeda ultra adalah arena yang inklusif dan terbuka bagi siapa saja.

Renaldus Iwan Sumarta selaku penggagas Lintang Flores 2026 kembali bersyukur atas suksesnya ajang yang berlangsung lancar dan aman.

Selesai sudah ajang sepeda ultra Lintang Flores 2026. Pesepeda asal Malang Juney Hanafi tampil sebagai pemenang.Penggagas Lintang Flores Renaldus Iwan Sumarta (kiri) menyambut pemenang Juney Hanafi di garis finis. (Foto: dok.Lintang Flores 2026)

"Tahun ini istimewa, karena podium pertama hingga ketiga diraih pesepeda Indonesia. Ini menegaskan semangat ultra cycling yang kian tumbuh di tanah air. Kemenangan mereka membuktikan bahwa ajang ini terbuka bagi siapa saja yang berani menguji batas diri," papar Iwan.

"Alam Labuan Bajo dengan rute menanjak, cuaca ekstrem, dan medan menantang adalah keindahan sekaligus ujian, tempat tekad dan keteguhan lebih berarti daripada apa pun," sambungnya.

Pada gelaran tahun ini, Lintang Flores kembali menyalurkan donasi, kali ini untuk renovasi ruang belajar mengajar di SMAK St. Yosef Freinademetz Mukusaki, Ende, yang sempat rusak akibat longsor.

Inisiatif ini menginspirasi peserta lomba untuk membuka donasi bersama melalui media sosial, sekaligus membuka mata banyak orang tentang perlunya perhatian untuk sarana pendidikan di Flores.



(mrp/aff)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads