Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Raja Sapta Oktohari menegaskan kondisi olahraga Indonesia yang sedang tidak baik-baik saja. Itu terjadi setelah efisiensi anggaran menguat.
Okto menyatakan itu dalam sambutannya di Rapat Anggota KOI 2026 yang bergulir di kawasan Senayan, pada Sabtu (9/5). Di hadapan induk cabang olahraga, Menpora Erick Thohir, dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).
"Saya katakan olahraga Indonesia sedang tidak baik-baik saja, betul enggak? Terutama masalah duit," kata dia secara gamblang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pernyataan ini dilontarkan Okto secara gamblang di tengah kabar adanya efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah. Padahal, Indonesia sedang dihadapkan pada persiapan multievent terbesar kedua Asian Games 2026 di Nagoya.
Namun, beberapa cabang olahraga seperti akuatik, atletik, dan balap sepeda mengalami pengurangan anggaran. Bahkan cabor akuatik sampai memulangkan atletnya ke klub masing-masing karena kendala tersebut.
Anggaran sendiri merupakan aspek vital dalam persiapan cabor demi mendapatkan prestasi gemilang di multi ajang olahraga terbesar di Asia tersebut.
Perjalanan Dinas Atlet
Tak hanya soal efisiensi anggaran, Okto, sapaan karibnya, juga menyoroti soal adanya aktivitas atlet di luar negeri sebagai perjalanan dinas.
Pria yang pernah menjabat sebagai Ketua Asian Para Games 2018 ini menegaskan bahwa try out yang dilakukan atlet berbeda dengan perjalanan dinas birokrasi.
"Tidak benar kalau atlet berangkat ke luar negeri dibilang perjalanan dinas. Ngawur betul! Yang namanya perjalanan dinas itu berlaku untuk orang kementerian," tuturnya.
"Kalau atlet maupun ofisial berangkat ke luar negeri untuk training center atau try out itu tidak bisa disamakan dengan perjalanan dinas."
Lebih lanjut Okto menekankan akan berjuang bersama induk-induk cabang olahraga di seluruh Indonesia demi kepentingan atlet dan pengurus olahraga Tanah Air.
Jangan Pertanyakan Komitmen Presiden
Menanggapi soal efisiensi anggaran, Menpora Erick Thohir mengaku mendengar seluruh masukan dari KOI dan federasi cabor. Tapi dia optimistis dukungan pemerintah terhadapolahraga tak pernah luntur.
"Tentu saya sebagai Kemenpora mendengarkan masukan dari KOI dan tentu cabang-cabang olahraga mengenai pendanaan.Tapi yang saya sampaikan, jangan pernah pertanyakan komitmen Bapak Presiden, Bapak Prabowo Subianto, mengenai komitmen beliau membangun olahraga nasional," katanya.
"Karena beliau adalah tokoh olahraga, bagian daripada olahraga nasional, termasuk juga saya sendiri juga merupakan bagian dari olahraga nasional.Tentu kami kemenpora akan terus mengefisiensikan anggaran untuk bisa tepat sasaran, itu yang kita lakukan saat ini," ujar Erick.
(mcy/aff)









































