KOI Surati Menkeu soal Efisiensi Anggaran, Tunggu Respons Purbaya

KOI Surati Menkeu soal Efisiensi Anggaran, Tunggu Respons Purbaya

Mercy Raya - Sport
Selasa, 12 Mei 2026 13:50 WIB
Presiden Komite Olimpiade Indonesia, Raja Sapta Oktohari, mengapresiasi penyelenggaraan Indonesian-American Games (IAG) 2026.
Raja Sapta Oktohari. Foto: dok.Komite Olimpiade Indonesia
Jakarta - Komite Olimpiade Indonesia (KOI) sudah mengirim surat kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa terkait efisiensi anggaran olahraga. KOI berharap bisa segera melakukan audiensi demi membahas kebutuhan persiapan atlet menuju berbagai multievent internasional.

Persoalan anggaran menjadi sorotan setelah sejumlah cabang olahraga mengalami pemangkasan dana jelang agenda besar seperti Asian Games 2026 di Nagoya.

Dampaknya mulai terasa di beberapa cabor. Ada yang mengurangi agenda try out, bahkan ada atlet yang dipulangkan ke klub masing-masing karena keterbatasan dana.

Ketua KOI, Raja Sapta Oktohari, mengatakan federasi olahraga membutuhkan komunikasi langsung dengan pengambil kebijakan soal pembiayaan olahraga nasional.

KOI Tunggu Respons Purbaya

"Jadi paska Rapat Anggota KOI kemarin, hasil kesepakatannya adalah kita harus bisa berkomunikasi langsung dengan regulator dalam hal ini pengambil kebijakan tentang pembiayaan anggaran," kata Okto saat ditemui di kawasan Sudirman, Selasa (12/5/2026).

"Dari kemarin kan belum sempat komunikasi. Saya komunikasi dengan para cabor dan mereka sepakat supaya bisa diberikan kesempatan berkomunikasi langsung dengan Menteri Keuangan (Purbaya Yudhi Sadewa)."

"Kami dari KOI telah bersurat per hari Senin kemarin disampaikan kepada Menteri Keuangan, Pak Purbaya. Kita nunggu sekarang kalau dikasih kesempatan berkomunikasi itu pasti akan jauh lebih baik dan saya yakin sekali Pak Purbaya pasti akan membuka diri," ujarnya.

Anggaran Jadi Sorotan Jelang Asian Games 2026

KOI menilai dukungan anggaran menjadi faktor penting untuk menjaga prestasi olahraga Indonesia. Sebab, program latihan, training camp, hingga uji coba internasional sangat bergantung pada dukungan dana.

Indonesia sendiri akan menghadapi sejumlah agenda besar dalam waktu dekat, mulai dari Asian Games Nagoya 2026, Youth Olympic Games, Asian Indoor and Martial Arts Games (AIMAG), hingga persiapan menuju Olimpiade Los Angeles 2028.

"Saya melihat bagaimana antusiasnya dari Presiden kita Pak Prabowo yang begitu luar biasa terhadap olahraga. Tentu ini harus ditundang dan disupport oleh kebijakan-kebijakan dari para stakeholder lintas institusi yang bisa membawa atau mengantarkan para atlet kita memberikan prestasi yang terbaik," ujar Okto.

KOI Cari Solusi demi Prestasi Atlet

Okto berharap audiensi dengan Menteri Keuangan nantinya bisa menghasilkan solusi terbaik untuk keberlangsungan pembinaan olahraga nasional.

"Nanti kita jelaskan bahwa ada kebutuhan yang paling utama untuk para atlet yaitu latihan. Dan latihan itu bukan hanya di antara teman-teman, tapi dengan uji-coba tanding juga, baik di dalam maupun di luar negeri. Nah ini untuk memastikan prestasi kita juga tidak ketinggalan dengan negara-negara di Asia Tenggara, di Asia maupun di dunia."

"Karena prestasi itu enggak boleh sepotong-sepotong, harus konsisten. Saya yakin sekali sebagai pemimpin, pastikan punya pandangannya," tegas Okto. (mcy/krs)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads