Luhut Apresiasi Emas Emilia dkk: Bukti Indonesia Punya Daya Saing

Luhut Apresiasi Emas Emilia dkk: Bukti Indonesia Punya Daya Saing

Mercy Raya - Sport
Selasa, 16 Jun 2026 14:35 WIB
Ketum PB PASI Luhut Binsar Pandjaita puas dengan pencapaian Indonesia di Filipina.
Ketum PB PASI Luhut Binsar Pandjaita puas dengan pencapaian Indonesia di Filipina. (Foto: detikcom/ Shafira Cendra Arini)
Jakarta -

Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) Luhut Binsar Pandjaitan mengapresiasi raihan tim atletik Indonesia di Athletics Championships 2026. Capaian tiga medali jadi bukti Indonesia punya daya saing.

Indonesia baru saja mengikuti perlombaan di New Clark City Athletic Stadium, Capas, Tarlac, Filipina, 10-14 Juni. Di ajang bertajuk The ICTSI Philippine Athletics Championships 2026, tim yang terdiri Emilia Nova, Dina Aulia, dan Abdul Hafiz membawa pulang 1 emas dan 2 perak.

Sorotan utama pada Emilia Nova yang berhasil mengunci medali emas di nomor saptalomba heptathlon dengan total 5.110 poin. Tampil dengan ketahanan fisik dan konsentrasi tinggi, Emilia jadi bintang utama kontingen.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sedangkan, dia medali perak dipersembahkan Dina Aulia pada lari gawang 100 meter putri lewat waktu 13,63 detik, serta Hafiz di lempar lembing putra dengan lemparan 68,49 meter.

"Keberhasilan Emilia, Dina, dan Hafiz di Filipina ini menjadi bukti nyata bahwa atlet-atlet kita memiliki daya saing yang patut diperhitungkan," kata Luhut dalam keterangan tertulisnya.

ADVERTISEMENT

"Ajang kejuaraan internasional semacam ini adalah medium kalibrasi yang sangat krusial; kita bisa melihat secara objektif parameter apa yang sudah berhasil dan mana yang perlu dipertajam lagi guna mematangkan persiapan menuju agenda-agenda besar berikutnya," tegasnya.

Prestasi di Filipina sekaligus melengkapi tren positif tur Asia skuad atletik sejak Mei lalu. Sebelumnya Diva Renatta Jayadi raih perak di 1st Asian Jumps Championships 2026, Chongqing, China, 18-19 Mei 2026 dengan lompatan 4,35 meter.

Konsistensinya berlanjut lewat perunggu di Busan International Pole Vault Meeting 2026, Korea Selatan, dengan 4,20 meter. Di Busan yang sama, Idan Fauzan Richsan finis ketujuh lompat galah putra lewat 5,20 meter.

Luhut menegaskan pentingnya sinergi dan kolaborasi dari lintassektor dalam menjaga keberlanjutan program pengiriman atlet ke luar negeri.

"Sinergi inilah yang memberi kami ruang untuk terus mengakselerasi jam terbang para atlet, memastikan mentalitas dan daya saing mereka di panggung internasional tetap tajam dan terjaga," pungkas Luhut.



(mcy/mrp)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads