Atlet Papua Pecahkan Rekornas Lempar Lembing di Filipina

Atlet Papua Pecahkan Rekornas Lempar Lembing di Filipina

Randy Prasatya - Sport
Selasa, 16 Jun 2026 23:45 WIB
Kresensia Mobok Ndiken memecahkan rekor rekor nasional U-20 lempar lembing putri yang sudah bertahan 17 tahun. Hal itu terjadi di The ICTSI Philippine Athletics Championship 2026.
Para atlet atletik yang berasal daro PAC. (Foto: dok. PAC)
Jakarta -

Kresensia Mobok Ndiken memecahkan rekor rekor nasional U-20 lempar lembing putri yang sudah bertahan 17 tahun. Hal itu terjadi di The ICTSI Philippine Athletics Championship 2026.

Kresensia mencatatkan lemparan sejauh 44,72 meter pada hari pertama kompetisi tersebut, melampaui rekor lama 17 tahun milik Ayu Ariandani sejak 2009 dengan jarak 43,20 meter. Atlet asal Merauke ini merupakan putri dari Timotius Sokai Ndiken, legenda atletik nasional peraih emas dan pemecah rekor Dasa Lomba pada SEA Games 1993.

Pencapaian ini memperpanjang tren positif Kresensia setelah sebelumnya meraih perunggu di Singapore Open 2026 dengan lemparan 41,15 meter dan emas di Jatim Open 2026 lewat lemparan sejauh 40,44 meter. Dia merupakan bagian dari Papua Athletics Center (PAC).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pecahnya rekor yang bertahan 17 tahun dan torehan medali di Filipina ini membuktikan bakat alam Papua mampu melompat jauh jika dibina secara terstruktur," kata Ketua Umum PB PASI, Luhut Binsar Pandjaitan, dalam keterangan persnya.

Pihaknya menambahkan bahwa kolaborasi desentralisasi pembinaan bersama PT Freeport Indonesia melalui Papua Athletics Center (PAC) kini semakin membuktikan perannya sebagai pilar utama pencetak prestasi masa depan atletik Indonesia.

ADVERTISEMENT

"Sinergi desentralisasi pembinaan bersama PT Freeport Indonesia melalui PAC kini semakin membuktikan perannya sebagai pilar utama pencetak prestasi masa depan atletik Indonesia" tegas Luhut menambahkan.

Secara keseluruhan, skuad PAC yang mengirimkan tujuh atlet ke Filipina berhasil mengumpulkan empat medali yang terdiri dari dua emas, satu perak, dan satu perunggu. Medali emas diraih oleh Elizabeth Martha Putri Baminggen pada nomor Tolak Peluru Senior Putri (13,24 meter) dan Kristostomus Kaize pada nomor Lempar Lembing Putra U18 dengan lemparan terbaiknya sejauh 65,72 meter.

Sementara itu, medali perunggu disumbangkan oleh Silfanus Ndiken pada nomor Lempar Lembing Senior Putra dengan jarak 67,81 meter pada hari ketiga turnamen. Kompetisi ini juga menjadi sarana jam terbang bagi Demianus Yenjau yang finis keempat di nomor 2.000 Meter Steeplechase U18, Imanuel Yewen yang finis kesembilan di nomor 1.500 Meter U18, serta Mandala Putra Rumaikewi di nomor sprint 100 meter dan 200 meter senior.

"Keberhasilan Kresensia memecahkan rekor nasional yang telah bertahan 17 tahun, serta dominasi medali dari para atlet lainnya, adalah bukti dari kualitas program pembinaan di PAC," tutur Claus Wamafma, Direktur & EVP Sustainable Development PT Freeport Indonesia.

Claus menilai kejuaraan internasional bernilai sangat krusial untuk mengasah mental bertanding sekaligus mengevaluasi hasil latihan para atlet demi keberlanjutan prestasi masa depan olahraga atletik Indonesia.

"Kompetisi internasional seperti ini sangat krusial untuk mengasah mental bertanding dan mengevaluasi hasil latihan mereka. PT Freeport Indonesia bersama PB PASI berkomitmen untuk terus menjaga kesinambungan ekosistem ini, memastikan talenta-talenta Papua tidak hanya meneruskan warisan legenda masa lalu, tetapi juga siap menjadi tulang punggung prestasi atletik Indonesia di masa depan," ujar Claus.




(ran/bay)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads