Jalan menuju PON 2028 mulai dipetakan. Konfederasi Nasional Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (KN Pordasi) mematangkannya melalui Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Ke-2 Tahun 2026.
Dipimpin oleh Ketua Presidium KN Pordasi, Triwatty Marciano, Rakernas kali ini mengusung tema "New Branding Dalam Organisasi Dalam Rangka Mendukung Road To Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII/2028".
Kegiatan kali ini dihadiri oleh empat Federasi Nasional (FN) anggota KN Pordasi yang merupakan cabang olahraga resmi anggota KONI Pusat, yakni FN Pordasi Pacu, FN Pordasi Equestrian, FN Pordasi Polo, dan FN Pordasi Berkuda Memanah (PBM).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketua Presidium KN Pordasi Triwatty Marciano mengatakan Rakernas 2026 merupakan momentum penting untuk mengevaluasi pelaksanaan program tahun 2025 sekaligus merumuskan langkah strategis organisasi ke depan.
"Pada tahun 2025 kita telah melaksanakan Rakernas. Tahun 2026 ini harus menjadi momentum evaluasi terhadap pelaksanaan program sebelumnya, menyikapi kondisi organisasi saat ini, serta menyusun program-program strategis Pordasi untuk tahun-tahun mendatang," ujar Triwatty, dalam keterangannya tertulisnya, Jumat (19/6/2026).
Dalam kegiatan tersebut, ada tiga agenda utama, yaitu evaluasi hasil Rakernas 2025, pembahasan organisasi di lingkungan KN Pordasi, dan pembinaan prestasi olahraga Berkuda. Hasil pembahasan tersebut akan dituangkan dalam bentuk keputusan Rakernas KN Pordasi ke-2 Tahun 2026.
Selain itu, terdapat dua isu strategis yang menjadi perhatian utama, yakni tata kelola organisasi, dan penguatan program pembinaan prestasi menuju PON XXII/2028 Nusa Tenggara Timur (NTT)-Nusa Tenggara Barat (NTB), dan persiapan PON Berkuda pertama yang direncanakan pada tahun 2027.
"Kami berharap seluruh Federasi Nasional dapat aktif memberikan saran dan masukan agar setiap keputusan yang dihasilkan mampu menjawab kebutuhan organisasi dan pembinaan prestasi demi kemajuan olahraga Berkuda Indonesia," ujarnya.
Sementara itu, Koordinator Staf Ahli KN Pordasi Thony Saut Situmorang mengajak seluruh pemangku kepentingan olahraga Berkuda untuk tetap optimistis dan fokus dalam membangun prestasi.
"Kita harus selalu optimistis bahwa kita mampu menghasilkan karya besar. Karena itu diperlukan keputusan yang baik, strategi yang tepat, serta fokus dalam menjalankan program pembinaan yang telah dirancang," ujar Thony.
Menurutnya, olahraga memiliki peran penting dalam menghadirkan optimisme dan kebanggaan bangsa di tengah berbagai tantangan yang dihadapi saat ini.
Sejalan dengan hal tersebut, KN Pordasi menegaskan bahwa seluruh Pengurus Provinsi (Pengprov) dari masing-masing FN Pordasi yang akan mengikuti PON XXII/2028 NTT-NTB, wajib berkoordinasi dan memenuhi mekanisme pembinaan serta kualifikasi yang ditetapkan oleh masing-masing FN Pordasi.
Kebijakan ini bertujuan menjaga standar pembinaan, menjamin kualitas kompetisi, dan memastikan kesiapan atlet menuju ajang olahraga multievent nasional terbesar tersebut.
(mcy/aff)










































