Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI sedang menggodok roadmap pengembangan industri olahraga. Ini dilakukan demi peningkatan prestasi olahraga nasional.
Hal ini dikatakan Sekretaris Menpora, Gunawan Suswantoro, dalam acara jumpa pers kolaborasi Kemenpora dan Nestle Milo di Kantor Kemenpora, Senin (29/6/2026). Menurut Gunawan, pengembangan industri olahraga sudah dijalankan setahun terakhir oleh Deputi Pengembangan Industri Olahraga.
"Ke depan, pengembangannya akan melibatkan para pelaku industri olahraga, termasuk pihak swasta sehingga mampu membangun ekosistem olahraga yang berkontribusi terhadap pertumbuhan 8 persen ekonomi nasional," ujar Gunawan dalam rilis kepada detikSport.
Menurut Gunawan, Indonesia punya banyak cabang olahraga memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi industri. Salah satunya adalah olahraga lari yang dapat memanfaatkan berbagai destinasi pegunungan di Indonesia
Selain itu, pencak silat juga memiliki potensi untuk dikembangkan tidak hanya sebagai olahraga kompetitif, tetapi juga sebagai bagian dari industri kreatif dan ekonomi.
Sebagai bagian dari upaya membangun industri olahraga, Kemenpora juga memperkuat pembinaan olahraga sejak usia dini di berbagai jenjang pendidikan.
Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga, Taufik Hidayat, mengakui pemerintah belum mampu menjangkau seluruh sekolah di Indonesia dalam ekosistem pembinaan olahraga. Oleh karenanya kerjasama dengan pihak swasta seperti Nestle Milo diperlukan ntuk memperluas jangkauan program pembinaan.
Menurut Taufik, pengembangan olahraga di sekolah pada dasarnya bergantung pada kesiapan pemerintah daerah dan masing-masing sekolah. Keberadaan klub olahraga pun disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan di setiap daerah.
"Dalam hal ini, kami tidak dapat mengintervensi secara langsung, tetapi berupaya membantu dengan memahami kebutuhan mereka dan menyampaikan dukungan yang diperlukan," papar Taufik.
Melalui Bidang Pengembangan Industri Olahraga, kolaborasi ini diwujudkan pada penyelenggaraan Indonesia Sports Summit (ISS) 2026 oleh Kemenpora RI pada 11-13 September. Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan ISS 2026, Nestlé MILO akan menghadirkan Race Pack Collection (RPC) Jakarta International 10K yang melibatkan 25.000 peserta.
"Melalui Bidang Pembudayaan Olahraga, kolaborasi ini menghadirkan berbagai sports activation pada Car Free Day (CFD) di sejumlah kota sekunder di Indonesia, seperti Yogyakarta, Semarang, Cirebon, Ciamis, Bandung Barat dan Salatiga yang akan dilaksanakan mulai dari Juli hingga Oktober 2026. Berikutnya, pada MILO School Development Program akan dilakukan Tes Kebugaran Pelajar Nasional (TKPN) bersama Kemenpora RI di 100 sekolah di 10 kota," ujar Alaa Shaaban selaku Marketing Manager Beverages & Confectionery Business Unit PT Nestle Indonesia.
"Melalui berbagai inisiatif ini, Nestle MILO dan Kemenpora RI berharap dapat memperluas partisipasi masyarakat dalam berolahraga, memperkuat ekosistem olahraga nasional, serta mempertemukan masyarakat, komunitas olahraga, pelaku industri, dan berbagai pemangku kepentingan untuk bersama-sama mendorong kemajuan olahraga Indonesia," demikian Alaa.
Simak Video "Video: Viral Kurir Antar Kulkas COD Tersangka Taufik Hidayat hingga Dikira Intel"
(mrp/ran)