Athletics Challenge Seri 1 2026 Diikuti Ribuan Murid

Athletics Challenge Seri 1 2026 Diikuti Ribuan Murid

Randy Prasatya - Sport
Sabtu, 18 Jul 2026 22:40 WIB
MilkLife Athletics Challenge Seri 1 2026 telah tuntas. Kompetisi ini diikuti oleh 2.270 murid.
Foto: Athletics Challenge
Jakarta -

MilkLife Athletics Challenge Seri 1 2026 telah tuntas. Kompetisi ini diikuti oleh 2.270 murid serta menjadi perluasan jalur pembinaan.

Perhelatan ini berlangsung di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, pada 15-18 Juli 2026. Para peserta berasal dari 196 Madrasah Ibtidaiyah (MI), Sekolah Dasar (SD), Madrasah Tsanawiyah (MTs), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), Madrasah Aliyah (MA), dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di wilayah Kudus dan sekitarnya.

Dalam penyelenggaraan tahun ini terdapat lima kelompok usia (KU 8, KU 10, KU 12, KU 15 dan KU 18) serta 23 nomor cabang olahraga yang diperlombakan, yaitu Lari 40 meter, Lari 60 meter, Lari 80 meter, Lari 100 meter, Lari 400 meter, Lari 800 meter, Lari 1000 meter, Lari 1.500 meter, Jalan Cepat 2.000 meter, Jalan Cepat 3.000 meter, Lari Estafet 8 x 50 meter mixed, Lari Estafet 5 x 80 meter, Lari Estafet 4 x 100 meter, Lari Estafet 4 x 400 meter mixed, Kanga's Escape, Formula 1, Frog Jump, Turbo Throw, Lompat Jauh, Tolak Peluru, Lompat Tinggi, Lempar Lembing dan Lempar Cakram.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dengan menghadirkan kelompok usia 8 tahun pada seri 1 2026 ini, kami ingin memotong garis awal pembinaan agar lebih dini lagi. Di usia emas anak-anak, koordinasi motorik mereka sedang berkembang pesat. Lewat MilkLife Athletics Challenge, kami memfasilitasi mereka agar mengenal fondasi atletik lewat cara yang kompetitif namun tetap menyenangkan," kata Deputy Program Manager Bakti Olahraga Djarum Foundation, Welly Arisanto.

Welly menambahkan, tidak hanya memperluas segmentasi umur, inovasi juga dilakukan pada aspek variasi nomor perlombaan yang lebih berfokus pada pengembangan bakat dasar dengan memasukkan nomor-nomor bergengsi seperti lari jarak pendek (sprint) serta lompat tinggi. Selain itu, ada pula penyelarasan ulang di beberapa nomor perlombaan berat yang kini tidak lagi diperlombakan.

ADVERTISEMENT

"Tahun ini kami juga menyegarkan pilihan nomor perlombaan dengan menyisipkan variasi lari 800 meter dan lompat tinggi yang lebih efektif untuk mengukur potensi dasar mereka. Di sisi lain, kami memilih untuk lebih selektif terhadap nomor yang membutuhkan ketahanan fisik ekstrem seperti lari 3.000 meter, ataupun nomor dengan risiko cedera sendi tinggi pada anak seperti lompat jangkit. Kami ingin peserta fokus pada nomor atletik yang adaptif dan sesuai dengan porsi tumbuh kembang mereka, sehingga proses pencarian bakat berjalan lebih aman dan terarah," lanjutnya.

MTsN 1 Kudus meraih Juara Umum MilkLife Athletics Challenge Seri 1 2026 KU 15 sekaligus mempertahankan gelar yang diraih tahun lalu.

"Perkembangan kualitas anak-anak dari seri ke seri sangat luar biasa. Kompetisi yang reguler seperti ini berhasil mengubah pandangan bahwa atletik itu menakutkan, menjadi sebuah petualangan yang menyenangkan bagi anak sekolah," kata Ketua Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kudus, Firdaus.

"Kami sangat optimistis Kudus sedang berproses melahirkan generasi atletik baru yang unggul dan siap mewakili Jawa Tengah di ajang tingkat provinsi seperti Porprov, bahkan hingga level nasional seperti Popnas. Kami juga berharap agar MilkLife Athletics Challenge tahun depan bisa digelar tingkat provinsi," sambungnya.



(ran/pur)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads