Atlet wushu Indonesia Samuel Marbun memasang target tinggi pada Asian Games 2026. Setelah meraih medali perak pada edisi sebelumnya, ia bertekad naik satu tingkat dengan membawa pulang medali emas.
Samuel menjadi salah satu andalan Indonesia di nomor Sanda kelas 65 kilogram. Pada Asian Games Hangzhou 2022 yang digelar pada 2023, ia sukses menyumbang medali perak. Kini, atlet kelahiran Dolok Sanggul, Sumatera Utara, 4 Oktober 1998 itu ingin memperbaiki pencapaiannya.
"SEA Games kemarin emas, Asian Games kemarin perak di kelas 65 kilogram Sanda. Mudah-mudahan kita yakin warna silver diganti emas," kata Samuel kepada wartawan di GBK Arena, Jakarta.
Persiapan Sudah Maksimal, Butuh Sparing di China
Samuel mengungkapkan persiapan tim nasional wushu Indonesia sudah memasuki tahap maksimal. Namun, menurutnya masih ada satu kebutuhan penting yang harus segera dipenuhi, yakni mendapatkan lawan latih dengan kualitas lebih tinggi.
"Persiapan kita sudah memasuki tahap maksimal, namun kita di sini kurang teman sparing sebenarnya. Apa yang kita latih itu kami butuh latih tanding untuk mempraktikkannya. Jadi kami butuh berangkat ke China secepatnya," ujarnya.
Menurut Samuel, pemusatan latihan ke China akan menjadi kesempatan penting untuk menguji hasil latihan sekaligus meningkatkan kualitas teknik menghadapi persaingan di Asian Games.
Sempat Tertinggal karena Pendidikan
Samuel menjelaskan persiapan menuju Asian Games sebenarnya sudah dimulai sejak awal 2026. Namun, ia sempat menghentikan latihan selama beberapa bulan karena menjalani pendidikan.
Ia baru kembali berlatih secara intensif pada Mei. Untuk mengejar ketertinggalan, Samuel menambah porsi latihan di luar program yang diberikan pelatih dan mencari partner sparing secara mandiri.
Samuel juga melakukan evaluasi menyeluruh atas kekalahannya di partai final Asian Games sebelumnya. Ia menilai analisis terhadap kekuatan lawan menjadi salah satu fokus utama dalam persiapan kali ini.
"Evaluasi teknik, analisa lawan, jadi cari kelebihan dan kekurangannya kita cocokkan dengan diri sendiri. Kita juga harus yakin dengan teknik," ucapnya.
China Jadi Ancaman Utama
Samuel memprediksi persaingan menuju podium tertinggi tidak akan mudah. Menurutnya, China masih menjadi lawan terberat, disusul Vietnam dan Filipina.
Meski begitu, atlet berusia 27 tahun itu tetap optimistis bisa bersaing memperebutkan medali emas.
"Yang buat saya optimistis latihan kami sudah maksimal, ikuti arahan pelatih, disiplin dari istirahat, makan, tidur, yang pasti harus yakin. Aku dari dulu mental saja sih (keunggulan), darah Batak itu lah, ribak semua (lawan)," katanya sambil tersenyum.
Target Samuel sejalan dengan ambisi Indonesia meningkatkan prestasi cabang olahraga wushu di Asian Games 2026. Jika persiapan berjalan sesuai rencana, termasuk menjalani pemusatan latihan di China, Samuel berharap medali perak yang diraih pada edisi sebelumnya bisa berubah menjadi emas.
Tonton juga Video: Prestasi Medali Silver Kris Dayanti di World Kungfu Championship 2025










































