Jakarta Andalkan Venue Kelas Dunia untuk 17 Cabor PON 2028

Jakarta Andalkan Venue Kelas Dunia untuk 17 Cabor PON 2028

Mohammad Resha Pratama - Sport
Jumat, 31 Jul 2026 03:50 WIB
Diskusi terkait PON 2028.
Diskusi terkait PON 2028.(Foto: Istimewa)
Jakarta -

DKI Jakarta memang cuma kota penyangga di Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028. Tapi, DKI punya sederet venue kelas dunia yang bisa mempertandingkan banyak cabor.

Hal itu dikatakan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) DKI Jakarta, Andri Yansyah, dalam acara diskusi Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) PWI Jaya bersama KONI DKI Jakarta di Gedung KONI DKI Jakarta, Kamis (30/7).

Menurut Andri, Jakarta tidak cuma menyediakan arena pertandingan, tapi infrastruktur, sistem transportasi terintegrasi, hingga anggaran sebesar Rp 166 miliar untuk menyempurnakan berbagai venue agar memenuhi standar nasional.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dengan adanya Keputusan Menteri Nomor 129 Tahun 2024, maka Jakarta bisa menyelenggarakan PON secara efektif di tengah tantangan pembiayaan. Dengan pengalaman sebagai tuan rumah berbagai ajang internasional, Jakarta dinilai memiliki seluruh prasyarat untuk mendukung suksesnya pesta olahraga terbesar di Tanah Air.

"PON adalah puncak perjalanan seorang atlet. Mereka telah mengorbankan waktu, tenaga, dan masa muda untuk berlatih. Karena itu, siapa pun yang memiliki kualitas terbaik harus mendapat kesempatan yang sama untuk bertanding dan mengharumkan nama DKI Jakarta," ujar Andri.

ADVERTISEMENT

Jakarta memiliki modal besar berupa jaringan fasilitas olahraga yang lengkap. Selain sekitar 36 venue milik pemerintah pusat, ada 220 fasilitas olahraga milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang didukung berbagai venue swasta.

Keunggulan itu diperkuat dengan sistem transportasi publik yang saling terhubung, mulai dari MRT Jakarta, LRT Jakarta hingga TransJakarta, sehingga mobilitas atlet, ofisial, dan penonton diyakini akan berlangsung lebih efisien.

Pengalaman menjadi tuan rumah Asian Games 2018 juga menjadi bukti bahwa Jakarta mampu menghadirkan penyelenggaraan olahraga berkelas internasional dengan akses transportasi yang cepat dan terukur.

Tak hanya itu, Andri optimistis penyelenggaraan PON di Jakarta akan memberikan efek berganda bagi perekonomian. Ia mencontohkan Jakarta International Marathon (JAKIM) yang hanya berlangsung selama dua hari mampu menghasilkan perputaran ekonomi hingga sekitar Rp 694,3 miliar.

"Jika kegiatan dua hari saja mampu menghasilkan dampak ekonomi sebesar itu, maka PON yang berlangsung sekitar dua pekan tentu akan memberikan multiplier effect yang jauh lebih besar bagi sektor perhotelan, kuliner, transportasi, hingga UMKM," katanya.

Sebanyak 17 cabang olahraga direncanakan dipertandingkan di Jakarta, di antaranya akuatik, anggar, senam, menembak, balap sepeda, berkuda, bisbol, tenis, squash, gulat, ice skating, skateboard atau sepatu roda, boling, dayung, korfball, teqball, dan rugbi.

Seluruh pertandingan akan memanfaatkan fasilitas yang sudah tersedia seperti kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta International Equestrian Park, Velodrome Rawamangun, GOR Bulungan, Gelanggang Olahraga Ciracas, Stadion Atletik Rawamangun hingga Danau Cincin.

Meski sebagian besar venue telah memenuhi standar, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tetap mengusulkan anggaran sekitar Rp166 miliar untuk melakukan penyempurnaan berupa pengecatan, peningkatan pencahayaan, pembaruan lintasan pertandingan, hingga renovasi fasilitas pendukung seperti toilet dan ruang atlet.



(mrp/pur)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads