Indonesia Open: Demi Memuluskan Jalan Taekwondo RI ke Los Angeles

Indonesia Open: Demi Memuluskan Jalan Taekwondo RI ke Los Angeles

Mohammad Resha Pratama - Sport
Jumat, 31 Jul 2026 23:40 WIB
Ketum PBTI Richard Tampubolon
Ketum PBTI Richard Tampubolon. (Foto: dok.PBTI)
Jakarta -

Indonesia akan jadi tuan rumah 8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championships 2026. Ini penting untuk momentum kebangkitan taekwondo tanah air.

Sebanyak 478 taekwondoin dari 36 negara akan bertanding di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, 1-5 Agustus. Indonesia Open termasuk turnamen berstatus World Taekwondo G2, sehingga jadi salah satu pengumpulan poin ranking untuk Olimpiade 2028.

Menjadi tuan rumah yang baik dan meraih prestasi adalah misi utama Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI). Tapi, lebih dari itu, kejuaraan ini jadi kesempatan membangun ekosistem taekwondo yang semakin kompetitif dan berstandar internasional.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketua Umum PBTI Letjen TNI Richard Tampubolon ingin membangun legacy taekwondo demi membuka lagi jalan menuju panggung Olimpiade. Sebab Taekwondo Indonesia sudah absen di lima edisi terakhir Olimpiade.

"Kalau berbicara target, tentu Indonesia harus naik podium. Namun yang sedang kami bangun jauh lebih besar karena prestasi tidak lahir dalam semalam. Prestasi lahir dari sistem yang kuat, kompetisi yang berkelanjutan, pembinaan yang terarah, dan keberanian mengukur kemampuan di level dunia," kata Richard dalam rilis kepada detikSport.

ADVERTISEMENT

Untuk mewujudkan target tersebut, PBTI melakukan pembenahan secara menyeluruh terhadap sistem pelatnas. PBTI kini menerapkan sistem pelatnas berjenjang yang melibatkan atlet senior dan atlet muda sebagai bagian dari regenerasi menuju siklus Olimpiade berikutnya.

Penjaringan atlet pelatnas juga dilakukan secara objective. PBTI mulai membangun jalur pembinaan yang lebih terstruktur, seperti Ksatria Nusantara Series sebagai sistem seleksi nasional.

PBTI juga menunjuk pelatih asal Iran untuk menangani disiplin kyorugi untuk menggantikan pelatih sebelumnya yang berasal dari Korea Selatan sebagai bagian dari peningkatan kualitas kepelatihan nasional.

Ketum PBTI Richard TampubolonPara taekwondoin tengah bersiap menuju Kejuaraan Asia akhir pekan ini. (Foto: dok.PBTI)

"Legacy yang ingin kami tinggalkan bukan hanya medali. Legacy itu adalah sistem yang terus berjalan, yang mampu melahirkan juara-juara baru, bahkan ketika kepengurusan ini sudah selesai," sambung Richard yang sudah memimpin PBTI sejak 2023.

Indonesia Open 2026 menjadi implementasi nyata dari visi tersebut. PBTI menurunkan 31 atlet pelatnas, terdiri atas 20 atlet kyorugi dan 11 atlet poomsae, yang merupakan hasil seleksi dari rangkaian Ksatria Nusantara Series.

Mereka akan menghadapi persaingan ketat dari atlet-atlet dunia sekaligus menjadikan turnamen ini sebagai bagian dari persiapan menuju Asian Games Aichi-Nagoya 2026 dan perjalanan panjang menuju Olimpiade Los Angeles 2028.

Richard juga berharap Indonesia Open mampu meninggalkan warisan yang lebih luas bagi taekwondo nasional. Kejuaraan ini diharapkan meningkatkan kualitas atlet, pelatih, wasit, perangkat pertandingan, hingga kapasitas Indonesia sebagai penyelenggara event olahraga internasional.

"LA 2028 memang menjadi target kami. Namun yang lebih penting adalah memastikan Indonesia memiliki sistem yang terus melahirkan atlet-atlet berprestasi. Karena pada akhirnya, itulah legacy yang sesungguhnya," tutur Richard.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal PBTI sekaligus Ketua Panitia Indonesia Open, Rafael Siagian, mengatakan kesiapan penyelenggaraan telah mencapai 98 persen. Seluruh aspek kini memasuki tahap finalisasi.

"Dengan 478 atlet dari 36 negara, Indonesia Open tahun ini memiliki tingkat persaingan dan kompleksitas penyelenggaraan yang tinggi. Kami juga mengajak seluruh masyarakat untuk datang mendukung langsung atlet-atlet terbaik bangsa di Tennis Indoor Senayan secara gratis," kata Rafael

Indonesia Open akan mempertandingkan poomsae pada 1-2 Agustus, sedangkan kategori kyorugi digelar pada 3-5 Agustus. Pembukaan dijadwalkan berlangsung Minggu (2/8) pagi.

(mrp/ran)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads