Kejuaraan Panahan Satria Legawa Diikuti Ribuan Peserta

Kejuaraan Panahan Satria Legawa Diikuti Ribuan Peserta

Randy Prasatya - Sport
Jumat, 21 Agu 2026 23:40 WIB
Kejuaraan Panahan Satria Legawa Pro Championship 2026 resmi dimulai di Jakarta International Equestrian Park Pulomas (JIEPP), Jakarta Timur, Jumat, 21 Agustus 2026.
Kejuaraan Panahan Satria Legawa Pro Championship 2026. (Foto: Istimewa)
Jakarta -

Kejuaraan Panahan Satria Legawa Pro Championship 2026 resmi dimulai di Jakarta International Equestrian Park Pulomas (JIEPP), Jakarta Timur, Jumat, 21 Agustus 2026. Ajang ini tak sekadar menjadi panggung adu ketepatan membidik sasaran.

Satria Legawa Pro Championship 2026 berlangsung hingga 25 Agustus 2026. Sebanyak 1.153 peserta ambil bagian, terdiri dari atlet, serta official dari dalam dan luar negeri.

Dari jumlah tersebut, 884 atlet Indonesia berasal dari 126 klub panahan yang tersebar di berbagai daerah. Sementara 78 atlet asing datang dari enam negara, yakni Malaysia, Singapura, Thailand, Kanada, Prancis, dan Hong Kong.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Adapun 191 official turut terlibat untuk mendukung jalannya kompetisi. Kehadiran atlet mancanegara membuat Satria Legawa Pro Championship 2026 memiliki atmosfer berbeda. Kompetisi ini sekaligus menjadi kesempatan bagi pemanah Indonesia untuk mengukur kemampuan menghadapi lawan dari berbagai negara.

Pembukaan Satria Legawa Pro Championship 2026 juga semakin istimewa dengan kehadiran sejumlah tokoh penting, di antaranya Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya TNI Edwin serta Srikandi Panahan Indonesia, Nurfitriyana Saiman.

ADVERTISEMENT

Nurfitriyana Saiman yang merupakan salah satu legenda panahan Indonesia juga menjadi sosok inspiratif bagi para atlet yang tampil dalam kejuaraan tersebut. Pengalamannya di panggung internasional diharapkan dapat memberikan motivasi kepada generasi muda Indonesia untuk terus berprestasi dan mengikuti jejak para seniornya hingga ke level Olimpiade.


Aster Kasau Marsda TNI Palito Sitorus, yang mewakili KSAU Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono, menegaskan ajang ini juga menjadi bukti komitmen TNI Angkatan Udara (TNI AU) dalam mendukung perkembangan olahraga nasional. Palito bahkan menyebut Satria Legawa Pro Championship akan diarahkan menjadi agenda tahunan.

"Pada hari ini pagi tadi kita sudah sama-sama menyaksikan pembukaan panahan dari Satria Legawa. Tadi sudah disampaikan Ketua Panitia bahwa ke depan kegiatan panahan ini akan kita jadikan kalender tahunan," kata Palito.

Menurutnya, pertandingan seperti ini memiliki peran penting dalam membangun fondasi prestasi atlet. Sebab, perjalanan menuju level internasional harus dimulai melalui kompetisi yang terencana dan berkelanjutan.

"Ini adalah suatu ajang yang bukan hanya sebatas pertandingan, tapi merupakan suatu tahapan bagaimana memulai kegiatan-kegiatan dalam pertandingan yang harus dipersiapkan sejak dini," ujarnya.

Palito berharap kompetisi tersebut mampu memacu semangat para atlet untuk terus berkembang hingga akhirnya menjadi andalan Indonesia di kancah dunia.

"Ini yang kita harapkan supaya atlet-atlet kita mempunyai semangat, mempunyai prestasi yang bisa kita andalkan nanti di dunia panahan," tuturnya.

Komitmen TNI AU terhadap olahraga ternyata tidak hanya berhenti pada panahan. Palito mengungkapkan, pihaknya juga telah menggelar sejumlah kejuaraan nasional seperti judo, pencak silat, dan taekwondo.

TNI AU juga memiliki perhatian khusus terhadap olahraga dirgantara dan rutin menggelar pertandingan berskala internasional di sejumlah daerah.

"Angkatan Udara juga konsen. Mungkin rekan-rekan dari Angkatan Darat dan Angkatan Laut juga mempunyai program yang sama. Bukan hanya panahan saja, tetapi ada beberapa cabang olahraga," kata Palito.

Khusus panahan, TNI AU ingin kembali memperkuat pembinaan karena menilai Indonesia memiliki potensi atlet yang besar. Sejumlah fasilitas yang dimiliki TNI AU juga dinilai bisa dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan olahraga tersebut.

"Kita gali lagi bahwa panahan ini memang harus kita kembangkan lagi karena kita juga punya atlet-atlet dulu. Kelihatannya ini perlu kita-up lagi sehingga nanti ke depan bisa menjadi atlet-atlet yang bisa kita andalkan," jelas Palito.

Bahkan, kompetisi serupa terbuka kemungkinan digelar di berbagai daerah. TNI AU memiliki sejumlah pangkalan udara yang dapat menjadi lokasi pengembangan olahraga.

"Ke depan mungkin bukan hanya di sini saja. Kita juga banyak Lanud atau pangkalan-pangkalan. Mungkin kita bisa melihat bagaimana perkembangan olahraga di daerah-daerah yang kemudian kita kembangkan di sana juga," ujarnya.



(ran/bay)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads