Bertanding di lapangan panahan Suranaree University of Technology, Nakhon Ratchasima, emas pertama cabang panahan diperoleh melalui perjuangan pepanah putra I Gusti Nyoman Puruhito.
Pada partai final nomor compound perorangan putra, Puruhito menghadapi Earl Benjamin Yap asal Filipina. Puruhito menjadi yang terbaik dengan mencatat kemenangan 115-112. Medali perunggu nomor ini direbut Ye Min Swe (Myanmar).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Panahan sebenarnya bisa menambah satu emas lagi jika saja Dellie Theresia Adinda yang bertanding di nomor compound perorangan putri tidak kalah dari Amaya Paz (Filipina).
Indonesia kemudian meraih tambahan satu lagi emas melalui ayunan lari Triyaningsih di nomor 10.000 meter putri. Mencatat waktu 34 menit 7,35 detik, Triyaningsih finis di depan atlet Myanmar, Pa Pa, dan pelari Filipina, Merledita Manipol.
Catatan ini menjadikan Triyaningsih total sudah menyumbangkan dua emas bagi Indonesia. Sebelumnya, pelari mungil asal Salatiga, Jawa Tengah, ini sukses memenangi nomor lari 5.000 meter putri. Di nomor itu pula, Triyaningsih mempertajam rekor SEA Games.
Memasuki hari ke-5 penyelenggaraan pesta olahraga negara-negara Asia Tenggara ini, posisi Indonesia di tabel perolehan medali masih belum bergerak dari peringkat enam. Tambahan dua emas membuat Indonesia total sudah mengumpulkan 22 emas, 29 perak dan 38 perunggu.
Perolehan medali sementara, Pukul 16.00 WIB
Peringkat Negara Emas Perak Perunggu Total
1 Thailand 83 70 67 229
2 Vietnam 43 24 52 119
3 Singapura 34 27 24 85
4 Filipina 25 35 56 116
5 Malaysia 25 23 47 95
6 Indonesia 22 29 38 89 (arp/krs)











































