Ketum KOI Memastikan Atlet Terlayani dengan Baik di Nagoya

Ketum KOI Memastikan Atlet Terlayani dengan Baik di Nagoya

Mercy Raya - Sport
Rabu, 09 Sep 2026 20:22 WIB
Japan - Nagoya - Chubu Electric Power MIRAI TOWER and Nagoya sign
Foto: Getty Images/sanniely
Jakarta -

Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Raja Sapta Oktohari, memastikan atlet terlayani dengan baik setibanya di Nagoya, Jepang. Ini untuk menjawab kondisi yang tengah terjadi di kota tersebut.

Nagoya tengah diterpa banjir besar yang mengakibatkan ratusan atlet Asian Games di Jepang dievakuasi dari tempat penginapan mereka.

Bahkan, menurut prakiraan cuaca menunjukkan akan ada lebih banyak hujan dalam beberapa hari ke depan, padahal pertandingan Asian Games akan dimulai 10 September, dan pembukaan resmi multievent empat tahunan itu baru dilakukan 19 September.

"Hubungan kami dengan NOC Jepang cukup baik. Koordinasi tetap kami lakukan dan khusus Nagoya, tim CdM cukup intensif berkomunikasi, baik dengan pemerintahnya mapun LOC Aichi-Nagoya," kata Okto saat ditemui di Wisma Serba Guna, GBK, Rabu (9/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"InsyaAllah kita akan berupaya terus supaya ada kepastian para atlet bisa terlayani dengan baik," tambahnya.

ADVERTISEMENT

Selain banjir besar di wilayah Asian Games akan berlangsung, faktanya Indonesia juga diterpa tantangan lain.

Mulai dari kebakaran di Kalimantan, banjir di Sumatra, hingga gunung erupsi di beberapa titik di Indonesia. Namun begitu, Okto berharap, tantangan ini bisa dijawab atlet dengan prestasi olahraga Indonesia.

"Kami menyampaikan kepada para atlet bahwa semua tantangan ini harus dijawab dengan prestasi. Harapannya dari prestasi itu bisa menjadi penguat semangat masyarakat Indonesia menghadapi semua tantangan yang sedang kita hadapi ini," ujarnya.

"Kita bangsa besar, kita tak mungkin akan menjadi kecil, cuma karena tantangan-tantangan ini. Jawabannya harus menang," tegas Okto.

Okto juga menilai tim CdM memiliki rencana cadangan dalam setiap situasi yang dihadapi. Termasuk terkait Timnas basket yang turut berdampak karena adanya banjir besar di Nagoya.

"Hal seperti ini bukan pertama kali. Saya pernah jadi CdM di Olimpiade 2016, setiap situasi ada kondisi plan. Dan saya yakin pak Todotua Padaribu dari olahraga basket, sehingga saya sangat pede pasti setiap permasalahan akan dicarikan solusinya yang terbaik untuk para atletnya," tegasnya.

Begitu pun soal skema keberangkatan tim Asian Games untuk kloter berikutnya.

"Skemanya memaksimalkan menyesuaikan keadaan. Bahwa kemarin pada saat mau berangkat airport ditutup, kami cari solusi dan komunikasikan dengan atlet dan ofisial. Jika mereka setuju dengan skema itu kami laksanakan karena yang paling utama memastikan pelayanan kepada atlet sehingga mereka bisa tampil maksimal," kata Okto.



(mcy/ran)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads