Pereli Memen Harianto membawa cerita usai tampil di Asia Cross Country Rally (AXCR) 2026 bulan lalu. Tidak cuma di dalam, tapi juga luar lintasan.
Membawa mobil balap ke ajang internasional bukan hanya soal persiapan mesin dan performa kendaraan. Urusan dokumen, kepabeanan, logistik, hingga proses membawa kembali kendaraan ke Tanah Air juga menjadi bagian penting yang harus dipersiapkan sejak awal.
Memen Harianto selaku leader Indonesia Cross Country Rally Team (IXCRT) kategori mobil merasakan itu saat membawa Toyota Hilux Revo nomor 116 untuk berlaga di Asia Cross Country Rally (AXCR) 2026 di Thailand.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah menyelesaikan seluruh enam leg AXCR 2026 dan finis di posisi keempat kelas T1G, kendaraan beserta perlengkapan pendukungnya kembali ke Indonesia. Pada 9 September, Bea Cukai melakukan pemeriksaan terhadap kontainer yang membawa kendaraan dan perlengkapan tersebut sebagai bagian dari proses kepabeanan.
Bagi Memen, yang mendapat dukungan dari banyak sponsor, seperti FIN+, Galad Exchange, Pertamina Lubricants, Pegadaian Indonesia, dan InJourney Airport, pengalaman tersebut juga menjadi kesempatan untuk berbagi edukasi mengenai proses resmi membawa kendaraan kompetisi ke luar negeri.
ATA Carnet, "Paspor" untuk Barang
Salah satu dokumen penting dalam kegiatan tersebut adalah ATA Carnet, yaitu dokumen kepabeanan internasional untuk membawa barang secara sementara ke negara lain dan kemudian membawanya kembali ke negara asal.
Karena sifatnya sementara, ATA Carnet banyak digunakan untuk kegiatan internasional, termasuk motorsport yang membawa kendaraan, spare part, tools, ban, dan perlengkapan pendukung lainnya.
Secara sederhana, ATA Carnet kerap disebut sebagai "paspor untuk barang". Namun, penggunaannya tetap harus mengikuti ketentuan kepabeanan negara asal maupun negara tujuan.
Pengurusan Dimulai dari KADIN
Menurut pengalaman Memen, proses perlu dipersiapkan jauh sebelum keberangkatan. Pengajuan ATA Carnet dilakukan melalui Kamar Dagang dan Industri (KADIN) sebagai lembaga penerbit ATA Carnet di Indonesia.
Pemohon harus menyiapkan general list, yakni daftar rinci barang yang akan dibawa. Untuk motorsport, daftar tersebut dapat mencakup kendaraan, spare part, ban, velg, tools, dan perlengkapan servis.
Data seperti jenis dan jumlah barang, identitas atau nomor seri, nilai barang, serta asal barang perlu dicantumkan secara akurat karena akan menjadi acuan dalam pemeriksaan.
Selain biaya administrasi, pemohon juga perlu menyiapkan uang jaminan sesuai ketentuan yang berlaku. Jaminan tersebut berkaitan dengan kewajiban pemegang Carnet untuk memenuhi mekanisme pemasukan sementara dan penyelesaian kepabeanan sampai barang kembali atau mendapatkan penyelesaian sesuai prosedur.
Setelah seluruh persyaratan dipenuhi, barang akan diperiksa Bea Cukai sebelum keberangkatan untuk dicocokkan dengan data dalam general list dan ATA Carnet.
"Kalau mau bawa mobil balap ke luar negeri, persiapannya jangan hanya mobilnya. Dari awal kita harus tahu barang apa saja yang dibawa, spare part, tools, ban, dan semuanya harus didata dengan baik. Mulai dari jenis barang, harga dan asal negara. Form tersebut bisa kita dapatkan di KADIN pada saat pengajuan," ujar Memen.
Dua Kontainer Menuju Thailand
|
Foto: Istimewa
|
Untuk AXCR 2026, kebutuhan logistik tim cukup besar. Total terdapat tiga kontainer yang diberangkatkan dari Indonesia.
Satu kontainer 40 feet digunakan untuk membawa Toyota Hilux Revo Memen Harianto, spare part, serta kebutuhan tim motor yang dipimpin Rudy Poa selaku leader tim sekaligus rider senior.
Satu kontainer 20 feet membawa Suzuki Jimny milik Gema Suria - Dodi. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa mengikuti cross-country rally internasional bukan hanya membutuhkan mobil yang siap balap, tetapi juga perencanaan logistik yang matang.
Kapal Sempat Delay
Dalam perjalanan menuju Thailand, tim juga menghadapi perubahan jadwal dan keterlambatan kapal. Kondisi tersebut pada periode itu juga terjadi di berbagai negara dan bukan hanya di Indonesia.
Perubahan jadwal membuat tim harus menyesuaikan berbagai kebutuhan logistik dan administrasi. Dalam kondisi tersebut, koordinasi dengan Bea Cukai menjadi bagian penting dalam penyelesaian proses keberangkatan.
Memen mengapresiasi asistensi dan koordinasi yang diberikan Bea Cukai dalam penyelesaian proses dokumen kepabeanan sehingga penyesuaian akibat perubahan jadwal kapal dapat dilakukan sesuai prosedur.
"Waktu itu kapal sempat delay, jadi kami harus menyesuaikan jadwal. Kami sangat terbantu dengan asistensi dan koordinasi dari Bea Cukai dalam penyelesaian proses dokumen keberangkatan. Komunikasinya sangat membantu kami memahami dan menyelesaikan proses yang harus dilakukan," kata Memen.
Dukungan tersebut juga mendapat apresiasi dari Adhang Noegroho Adhi selaku Kepala Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok.
"Kami mendukung dan mengapresiasi Indonesia Cross Country Rally Team. Selain membawa nama harum Indonesia di event rally internasional, mereka layak menjadi contoh dan panutan sebagai tim yang tertib dan menaati aturan, dengan membawa barang keluar dan masuk selalu sama dari tahun ke tahun," ujar Adhang.
Setelah AXCR selesai, kendaraan dan perlengkapan kembali ke Indonesia dan menjalani proses kepabeanan.
Bea Cukai melakukan pemeriksaan terhadap kontainer yang tiba di Tanah Air. Kendaraan dan perlengkapan diperiksa serta dicocokkan kembali dengan data dan dokumentasi yang tercantum dalam ATA Carnet dan general list.
Proses tersebut penting untuk memastikan barang yang kembali sesuai dengan barang yang sebelumnya dibawa keluar dari Indonesia.
Setelah seluruh kewajiban kepabeanan diselesaikan sesuai ketentuan, proses penyelesaian ATA Carnet dan pengembalian jaminan kepada pemegang Carnet dapat dilanjutkan melalui mekanisme yang berlaku.
"Support dari Bea Cukai kami rasakan dari proses keberangkatan sampai barang kembali. Asistensi dan koordinasi yang diberikan sangat membantu kami dalam menyelesaikan proses dan memastikan semuanya berjalan sesuai prosedur," ujar Memen.
Baca juga: AXCR 2026: Overheating Gagalkan Misi Juara Memen Harianto
Motorsport Bukan Hanya Soal Balapan
Dari pengalaman tersebut, Memen menilai pembalap Indonesia yang ingin mengikuti kompetisi internasional perlu memahami bahwa motorsport memiliki ekosistem yang lebih luas daripada sekadar persiapan kendaraan.
Teknis, safety, shipping, dokumen, kepabeanan, hingga koordinasi logistik harus dipikirkan sejak awal.
"Jangan sampai kita hanya fokus membuat mobil bagus dan cepat, tapi lupa bagaimana cara membawa mobil itu keluar dan masuk kembali ke Indonesia. Semua harus dipikirkan dari awal," tutur Memen.
Memen berharap pengalaman ini dapat menjadi referensi bagi pembalap Indonesia lainnya yang ingin membawa kendaraan sendiri untuk berlaga di kompetisi internasional.
"Terima kasih kepada KADIN, dan Bea Cukai, yang setiap tahun selalu mendukung kami dalam mengikuti AXCR," tutup Memen.
Baca juga: Bagaimana Kiprah Pereli Indonesia di AXCR 2026?
Simak Video "Video Argentina Ajak Messi Ikut Laga Persahabatan: Bentuk Perpisahan Layak"
[Gambas:Video 20detik]










































