Pada final yang digelar di Tokyo Aquatics Centre, Minggu (20/9) kemarin, Yu finis terdepan dengan catatan waktu 2 menit 5,08 detik. Ia lebih cepat tiga detik dari kompatriotnya, Zhang Yufei yang harus puas dengan medali perak.
Torehan Yu juga memecahkan rekor Asian Games milik Zhang di nomor tersebut yang tercipta pada Asian Games di Hangzhou tiga tahun silam. Meski begitu, ia menilai masih ada yang bisa diperbaiki dari performanya.
"Hasilnya biasa saja," ujar Yu seperti dikutip South China Morning Post dan The Athletic. Remaja yang baru berulang tahun ke-14 pada Oktober mendatang itu juga menambahkan bahwa teknik gaya kupu-kupunya dirasa "masih agak kurang."
"Saya berharap bisa berenang lebih cepat lagi. Catatan waktu saya membaik 0,9 detik di sini, dan saya yakin akan tampil lebih baik lagi lain kali. Saya perlu menundukkan kepala lebih awal, menjangkau lebih jauh ke depan, dan memperbaiki gerakan kaki saya," ujarnya menganalisis kekurangan diri.
Yu sudah menjadi sorotan sejak meraih perunggu nomor estafet gaya bebas 4x200 meter dalam World Aquatics Championships 2025 di Singapura. Saat itu ia masih 12 tahun, menjadikannya perenang termuda yang meraih medali sepanjang sejarah ajang tersebut.
(adp/krs)
