×
Ad

Timnas Voli Putri Gagal Capai Target Asian Games, PBVSI Bakal Evaluasi

Mercy Raya - detikSport
Rabu, 23 Sep 2026 20:36 WIB
Timnas Voli Putri Indonesia. (Foto: Mercy Raya/detikcom)
Jakarta -

PP PBVSI bakal mengevaluasi total Timnas voli putri sepulangnya dari Asian Games 2026. Perbaikan ini dilakukan untuk menatap multievent selanjutnya yaitu SEA Games 2027 di Malaysia.

Alih-alih menembus lima besar, Timnas Voli Putri terhenti pada peringkat enam besar pesta olahraga terbesar di Asia edisi ke-20. Langkah mereka dijegal Taiwan dalam perebutan peringkat kelima. Mediol Stiovanny Yoku dan kawan-kawan kalah dari Taiwan 0-3 (15-25, 20-25, dan 11-25) di Park Arena Komaki, Jepang, pada Selasa (22/9/2026).

Kepala bidang Pembinaan dan Prestasi PBVSI Adang Ginanjar menyampaikan rasa syukur atas perjuangan tim dan menegaskan hasil di Asian Games ini akan menjadi bahan evaluasi federasi.

"Bahwa pada hari ini, tim bola voli putri Indonesia sudah datang. Alhamdulillah selesai tanding di Jepang, kurang dari 10 hari, memang peringkat kita keenam," kata Adang saat ditemui di Jakarta, Rabu (23/9/2026).

Ia juga menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Indonesia karena belum mampu mempersembahkan medali di Asian Games kali ini, namun menegaskan target utama adalah kebangkitan di SEA Games 2027.

"Kami juga memohon maaf kepada masyarakat Indonesia karena belum dapat medali, ya tentunya kami masih berusaha dan berjuang. Insyaallah di SEA Games kami bisa dapat medali emas," ujarnya.

PBVSI mengakui komposisi tim saat ini didominasi pemain muda yang minim jam terbang internasional. Faktor pengalaman menjadi sorotan utama, terutama saat tim dalam posisi tertekan.

"Mudah-mudahan dengan hasil pertandingan di Asian Games, kita tetap evaluasi, dan tentunya pemain-pemain junior ini baru dan baru beberapa kali ikut event internasional. Mudah-mudahan semakin berpengalaman," lanjutnya.

PBVSI juga bakal terus berburu bibit-bibit baru di daerah. Pihaknya berharap klub-klub dan Pengprov PBVSI di seluruh Indonesia turut aktif mencari talenta baik putra maupun putri.

Terkait pelatih, untuk tim putri masih akan ditangani Marcos Sugiyama. Namun, kinerjanya akan dievaluasi menyeluruh setelah Asian Games sebagai persiapan menuju SEA Games.

Dalam kesempatan yang sama, Kapten Timnas voli putri Indonesia Mediol Stiovanny Yoku turut memberikan evaluasi dari kacamata pemain. Menurutnya, kekalahan 0-3 dari Taiwan di laga terakhir menjadi cerminan masalah mental dan pengalaman.

Ia menyoroti kelemahan tim saat sudah unggul namun kemudian terkejar lawan dan kehilangan fokus.

"Banyak kendala memang kemarin. Saat unggul kemudian terkejar, itu gimana caranya kembali fokus. Itu kembali lagi soal jam terbangnya," kata Mediol.

Untuk SEA Games 2027, Medi, sapaan karibnya, berharap tim yang ada saat ini dapat dipertahankan, dengan masa pemusatan latihan (TC) yang lebih panjang dan lebih banyak uji coba internasional.

Timnas Voli Putri Indonesia. (Foto: Mercy Raya/detikcom)

"Buat SEA Games jadi modal, saya lihat perkembangan atlet sudah mulai bagus. Pertama lawan Nepal, Jepang, semua enjoy, nah gimana mempertahankan itu kembali. Idealnya tim yang ada dipertahankan, TC lebih panjang, dan try out."

Medi, sapaan karibnya, menyebut Thailand dan Jepang sebagai lawan ideal untuk uji coba karena memiliki kompetisi klub yang kuat dan level yang dekat dengan Indonesia.

"Harapannya untuk uji coba dan sparring, paling dekat dan klubnya banyak di Thailand. Kalau Asia mungkin Jepang, karena klubnya bagus-bagus," pungkas Medi.

Setibanya Timnas putri di Tanah Air, sebagian pemain rencananya akan kembali ke Padepokan Voli di Sentul, dan sebagian lainnya pulang daerah sebelum kembali dikumpulkan untuk persiapan SEA Games 2027.



Simak Video "Talk Sport: Cabor Emas RI di Asian Games"

(mcy/bay)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork