Tim boccia Indonesia optimistis meraih target yang dicanangkan satu emas di Asian Para Games 2026. Kepercayaan diri itu muncul setelah berhasil menyapu bersih gelar juara umum yang diraih saat mengikuti tiga kejuaraan sebelumnya.
Demikian disampaikan Koordinator Pelatih Boccia Indonesia, Islahuzzaman Nur Yadin, yang menyebut kelima atletnya dalam kondisi siap tempur.
"Targetnya masih sama satu emas seperti di Hangzhou (Asian Para Games 2022) kemarin. Mudah-mudahan dengan kami melihat persiapan selama try out selalu jadi juara umum, di Asian Para Games ini bisa mencapai target atau lebih dari yang diharapkan," ujar Islah, Rabu (14/10/2026).
Tim Boccia Indonesia telah tiba di Nagoya, Jepang. Mereka bahkan sudah menjajal venue pertandingan di Nagoya City General Gymnasium pada hari ini.
Muhamad Afrizal Syafa, Handayani, Felix Ardi Yuda, Muhammad Bintang Satria, dan Gischa Zayana memanfaatkan waktu selama 120 menit untuk mengulang kembali materi latihan yang selama ini telah dijalani di Indonesia.
Setiap lemparan yang dilepaskan atlet-atlet andalan Indonesia ini langsung dikoreksi lima pelatih yang menemani selama sesi latihan. Mereka juga sesekali bisa melirik atlet-atlet dari negara lain yang diwaktu bersamaan melakukan sesi latihan di venue ini.
Atlet terbagi dalam dua kategori. Muhammad Afrizal Syafa dan Handayani akan turun di kategori BC1, sedangkan Felix Ardi Yuda, Muhammad Bintang Satria dan Gischa Zayana menjadi andalan di kategori BC2.
"Target emas kami di nomor tim, karena di tim kami memang kuat. Apalagi posisinya di Nagoya ini sistem pertandinannya masih sistem lama. Kalau seandainya sistemnya pakai sistem baru sudah yakinlah kami ambil," tutur Islah.
"BC1 juga masih peluang. Putra-putri BC 1 peluang banget, Afrizal sama Handayani. Kalau BC2 putra masih ada duo thailand yang agak berat, dan BC 2 putri ada wakil Hongkong yang kemarin waktu terakhir try out kami kalah," lanjut dia.
Islahuzzaman menambahkan, ajang Asian Para Games tahun ini tidak akan mempengaruhi satu tempat di Paralimpiade Los Angeles 2028.
"Kami tidak ada beban, dan kami juga targetkan pada anak-anak yang penting kamu latihan, main bagus karena demi bangsa dan negara," tegasnya.
Sementara itu, atlet asal Banten, Handayani, menegaskan kesiapannya untuk menjalani pertandingan di Asian Para Games 2026. Ia sudah memiliki gambaran tentang kekuatan para pesaing di kategori BC1 putri.
"Targetnya podium terbaik. Semoga emas, pokoknya podium dulu. Tantangan ada di diri sendiri. Harus bisa manajemen diri sendiri, yang penting ketenangan, fokus, dan strategi harus pas. Untuk lawan terberat sementara ini mungkin baru Singapura," ujar Handayani.
Setelah ini, seluruh kontestan cabang olahraga Boccia dijadwalkan akan melakukan technical meeting pada hari Kamis (15/10/2026) siang. Ada beberapa hal yang akan ditentukan, terutama terkait lawan-lawan yang akan dihadapi sejak hari pertama pertandingan pada Jumat (16/10/2026).
(mcy/aff)