Dominasi Nadal, Superioritas Cina

Kaleidoskop Detiksport 2007 (Juni)

Dominasi Nadal, Superioritas Cina

- Sport
Rabu, 26 Des 2007 12:48 WIB
Dominasi Nadal, Superioritas Cina
Jakarta - Prancis Terbuka masih didominasi Rafael Nadal yang mencetak hat-trick juara. Di ajang Piala Sudirman, Cina juga menunjukkan superioritasnya setelah kembali menundukkan Indonesia di final.

Inilah gelar Prancis Terbuka ketiga yang diraih Nadal. Hebatnya petenis Spanyol itu merengkuh title tersebut secara beruntun, yang membuatnya menyamai rekor petenis legendaris Bjorn Borg.

Keberhasikan Nadal meraih gelar Grand Slam ketiganya itu juga didapat dengan manis karena di final dia menundukkan musuh bebuyutannya Roger Federer dengan 6-3, 4-6, 6-3, 6-4. Di nomor putri, Justin Henin juga masih bertahta setelah merebut gelar keempatnya usai menundukkan petenis kejutan Ana Ivanoic dengan 6-1 dan 6-2.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari olahraga ayun raket yang lain, tim Cina sukses mempertahankan lambang supremasi bulutangkis beregu, Piala Sudirman. Menghadapi tim Indonesia di partai final, negeri "Tirai Bambu" itu menang telak 3-0.

Sukses tersebut semakin menegaskan superioritas Cina di turnamen yang pertama digelar tahun 1989 itu. Dari 10 edisi yag sudah dihelat, Cina merebut enam gelar dan empat di antaranya didapat setelah menundukkan Indonesia di final.

Juga berhasil mempertahankan kekuasaannya adalah San Antonio Spurs setelah menjuarai kompetisi NBA. Menghadapi tim Cleveland Cavaliers di final, Tim Duncan cs menang telak 4-0.

Ini merupakan gelar kedelapan Spurs dalam kurun 11 tahun terakhir, atau yang ke-15 sepanjang sejarah klub tersebut. Banyak pihak menyebut rentetan kemenangan tersebut mengindikasikan SpursΒ tengahΒ membangun dinasti baru di NBA.

Kalau di beberapa cabang olahraga muka-muka lama masih cukup dominan, tidak demikian di dunia otomotif.

Setelah selalu finish di atas podium pada lima seri perdana, Lewis Hamilton akhirnya merengkuh gelar juara pertamanya di GP Kanada. Pembalap rookie asal Inggris itu bahkan mengulang sukses tersebut sepekan berselang dalam gelaran GP AS, dengan memenangiΒ duelΒ atas rekan setimnya sekaligus sang juara dunia, Fernando Alonso.

Setali tiga uang dengan Hamilton adalah Casey Stoner setelah pembalap Ducati asal Australia itu mempertahankan puncak klasemen dan menjaga jarak aman dengan Valentino Rossi di MotoGP. Dari empat seri yang digelar pada bulan ini, Rossi memetik kemenangan di MotoGP Italia dan Belanda, sementara Stoner menjadi kampiun di Catalunya dan Inggris.

Sementara itu rider senior, Olivier Jacque memutuskan mengantung helm dan pensiun dari MotoGP. Cedera yang kerap menghadang memaksa pembalap Prancis itu mundur.

Dari pinggir lintasan balap muncul kabar tidak mengenakkan dari kubu Ferrari. Mencium adanya ketidakberesan dan indikasi adanya sabotase, tim Kuda Jingkrak melaporkan salah satu pegawainya, yang kemudian diketahui bernama Nigel Stepney ke pengadilan Modena.

Di atas ring tinju, Ricky Hatton dan Miguel Cotto tampil perkasa saat mempertahankan sabuk juara milik mereka. Menghadapi Jose Luis Castillo dalam perebutan sabuk juara kelas welter yunior, Hatton cuma butuh empat ronde untuk menganvaskan penantangnya dan memastikan mempertahankan titel versi badan tinju dunia IBO sekaligus merebut gelar juara kelas ringan WBC yang lowong.

Sementara Cotto menjaga sabuk juara dunia welter versi WBA tetap di pinggangnya setelah menang TKO atas Zab Judah.

Di dalam negeri perjalanan tinju professional Indonesia kembali tercoreng. Setelah pada bulan sebelumnya terlambat menyetor uang fee pada Chris John, di Juni ini promotor Albert Reinhard Papilaya juga berulah dengan tak kunjung menyerahkan bayaran pada M.Rachman dan lawannya Florente Condes hingga beberapa hari sebelum pertandingan.

Bisa ditebak kalau kejadian ini kembali menghebohkan dunia olahraga tanah air. Laga mandatory fight antara kedua petinju itu yang sedianya digelar pada 16 Juni akhirnya harus diundur menjadi 7 Juli, plus pergantian promotor ke tangan Fandy "Ndondo" Sugiarto.

Masih dari dalam ring, tepatnya ring gulat, muncul kabar duka menyusul tewasnya pegulat profesional Smack Down, Chris Benoit bersama anak dan istrinya. Berdasarkan penyelidikan yang dilakukan, kemudian di ketahui kalau Benoitlah yang membunuh anak dan istrinya sebelum akhirnya mengakhiri hidupnya sendiri.

(din/ian)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads