Pengalaman Sekali Seumur Hidup

Grand Racing

Pengalaman Sekali Seumur Hidup

- Sport
Sabtu, 16 Feb 2008 17:12 WIB
Pengalaman Sekali Seumur Hidup
Sentul - Otomotif olahraga mahal? Bisa jadi begitulah adanya. Sebagain orang mungkin bisa setiap tahun ke Sirkuit Sepang (Malaysia) atau Albert Park (Australia), tapi buat sebagian yang lain, ke Sentul saja bisa sekali seumur hidup.

Tribun C dan D Sirkuit Sentul, Sabtu (16/2/2008) didominasi warna cokelat. Tawa riuh rendah terdengar mengiringi tepuk tangan kecil yang kalah bersaing dengan deru mesin 6500 cc yang dikendarai Ananda Mikola dkk.

Tepuk tangan dan tawa riuh tersebut keluar dari ratusan siswa SMP dan SMA yang datang untuk menyaksikan acara yang diberi tajuk Grand Racing, yang karena hari Sabtu mereka kompak berseragam Pramuka. Mereka datang sebagai undangan dari pihak sirkuit, dengan kata lain menonton secara gratis.

Sebagian dari mereka asyik bercanda dengan teman-temannya. Tapi tak sedikit pula yang tampak excited menyaksikan mobil Speedcar melintas dibarengi deru mesin yang memekakkan telinga.

"Seru ngeliatnya. Kalau ada di teve sih nggak pernah nonton. Baru sekarang ngeliat langsung," ungkap Saifudin, siswa sebuah Sekolah Menengah Kejuruan di wilayah Bogor, kepada detiksport.

Semangat yang sama terpancar dari wajah Lilis yang tak henti-hentinya mencoba memfoto mobil yang melintas dengan kamera henponnya. β€œSeneng aja bisa kesini, apalagi inikan (event) internasional,” sahutnya.

Bukan anak-anak saja yang terhibur dengan gelaran Grand Racing tersebut. Guru-guru yang menemani tampak tak kalah serius menyaksikan balapan.

β€œIni bagus buat anak-anak biar mereka juga punya pengalaman. Mereka sih setiap hari lewat depan (sirkuit) tapi belum ada yang pernah nonton langsung. Kan bayar. Ini malah bisa jadi pengalaman pertama dan sekali seumur hidup, kan belum tentu diundang lagi,” ungkap Endang KH, Wakil Kepala Sekolah Yayasan Pendidikan Ashshoheh.

Dengan mengutip harga tiket Rp 52.500, buat sebagian orang jumlah tersebut memang tergolong tinggi. Tak heran kalau sebagian besar dari mereka mengatakan tak akan menonton jika tak mendapat tiket gratis.

β€œSaya diberangkatin sama rombongan kantor, mas. Lima bus yang jalan. Wah saya malah nggak tau harga tiketnya. Tapi kalau segitu sih mungkin gak mau bela-belain nonton,” sahut Deni, seorang karyawan perusahaan minyak pelumas yang datang bersama istri dan dua anaknya.

β€œKalau Rp 50.000 mending buat beli nasi padang, mas,” saya teringat kembali celetukan supir taksi yang mengantar kami ke Sentul pagi tadi, saat dia tahu harga tiket untuk menyaksikan Grand Racing.

Benar-benar kesempatan sekali seumur hidup.

(din/krs)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads