GP2 Lebih Bergengsi, A1GP Lebih Ramai

GP2 Lebih Bergengsi, A1GP Lebih Ramai

- Sport
Minggu, 17 Feb 2008 00:52 WIB
Sentul - Dengan statusnya sebagai gerbang menuju Formula 1, Seri GP2 dianggap lebih bergengsi dibanding A1GP. Tapi jumlah pengunjung hari pertama Grand Racing justru sangat minim.

Jika tidak dipadati para "undangan", entah bagaimana kondisi Sirkuit Sentul sepanjang Sabtu (16/2/2008). Dibanding jumlah penonton yang benar-benar penonton (datang dengan tujuan menikmati balapan plus membeli tiket), jumlah undangan memang jauh berkali lipat.

Yang paling mencolok tentu saja kedatangan ratusan siswa sekolah setingkat SMP dan SMA yang menggunakan seragam Pramuka. Namun di samping itu ada juga undangan dari sebuah perusahaan minyak pelumas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kondisi tersebut jelas jauh berbeda dengan gelaran A1GP di tempat yang sama pada tahun 2006 dan 2007. Saat itu warga terlihat sangat antusias untuk bisa melihat langsung negaranya bertarung dalam Piala Dunia-nya balap mobil itu.

Saat itu jalan tol macet jauh sebelum pintu masuk Sentul. Banyaknya jumlah calo juga membuktikan kalau tiket sangat diburu penonton ditambah tribun yang penuh adalah gambaran sukses besar gelaran bernama A1GP.

Tapi cerita sukses tahun 2006 dan 2007 itu semua mungkin tidak akan terulang lagi. A1GP tak lagi masuk kalendar Sentul, posisinya digantikan Speedcar dan GP2 dalam sebuah event yang bertajuk Grand Racing.

Sayangnya gelaran dua seri sekaligus itu belum mampu memikat minat warga untuk bisa menyaksikan langsung. Faktanya, hingga beberapa menit sebelum sesi kualifikasi dan race, Sentul seperti tidak sedang menggelar sebuah event internasional.

β€œGue dateng ke sini waktu dibuka (Presiden) SBY. Wah rame banget. Beda banget sama kenyataan yang terjadi (sekarang),” ungkap Dinda, salah seorang penonton di Tribun B Sirkuit Sentul.

β€œWaktu itu tribunnya sampai penuh,Β  pokoknya jauh lebih meriah dari hari ini deh,” timpal Artha yang juga mengaku menjadi saksi sukses A1GP Indonesia..

Dua cewek yang masih tercatat sebagai mahasiswa Universitas Trisakti jurusan arsitektur itu bukannya tak sadar kalau yang mereka bicarakan adalah hari Sabtu yang pada sesi A baru masuk ujicoba. Tapi tetap saja animo masyarakat yang minim jadi pertanyaan besar.

β€œMemang sih sekarang hari Sabtu, tapi tetap ini tergolong sepi. Padahal 'kan jenjangnya lebih tinggi ini dibanding A1, kalau ini memang pembuka jalan buat F1,” sambung Dinda yang mengaku fans berat Jenson Button itu.

Hal senada terlontar dari Soni yang datang bersama anak dan keponakannya. Sosialisasi yang kurang dari pihak penyelenggara ditengarai sebagai salah satu penyebab banyaknya tribun penonton yang kosong.

β€œDua balapan begini harusnya bisa jadi propek bagus buat panitia penyelenggara. Sayang publikasi dari mereka kurang. Jadi beginilah adanya,” lanjut pria yang mengaku pernah menyaksikan F1 di Albert Park, Australia, itu.

Sejauh apa sukses yang diraih pantia rasanya baru akan bisa ditentukan hari Minggu (17/2/2008) ini, yang merupakan hari libur dan bisa dibilang jadi acara puncak Grand Racing dengan serangkaian acara dan seremoni yang meriah.

Kita tunggu saja. (din/a2s)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads