Di musim ini penyelenggara kompetisi memperkenankan setiap klub memiliki maksimal tiga pemain asing. Namun, paling tidak setiap klub harus menyertakan minimal satu pemain asing dalam line up mereka.
"Klub harus memasang pemain asing, untuk mengisi posisi yang tidak bisa dipenuhi oleh pamain-pemain lokal," terang direktur Proliga, Hanny Surkatty dalam jumpa pers di Hotel Ritz Cartlon, Kuningan, Jakarta, Senin (18/2/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Peran pemain asing di tim putri sangat signifikan, sedangkan untuk pemain putra, kualitas pemain voli putra Indonesia sudah cukup diperhitungkan di Asia. Bahkan setelah Asian Championship (Voli) kemarin, ada beberapa pemain putra kita yang ditawari untuk bermain di luar negeri," tambah Hanny.
Proses perekrutan pemain impor ini pun terbilang profesional karena setiap klub bisa memperoleh pemain-pemain tersebut melalui agen, maupun langsung melalui federasi negara pemai yang bersangkutan. PB PBVSI selaku induk organisasi juga bisa membantu klub-klub yang ingin menghubungi federasi negara yang dituju.
Hadirnya pemain asing diharapkan mampu menambah daya saing masing-masing tim untuk bisa menampilkan kualitas permainan terbaik. Indikasi ini paling tidak dapat dilihat dari meningkatnya prestasi tim nasional voli putra dalam SEA Games 2007 lalu yang berhasil merebut medali emas.
(a2s/a2s)










































