Ajakan Boikot Beijing 2008 Meluas

Ajakan Boikot Beijing 2008 Meluas

- Sport
Rabu, 20 Feb 2008 06:05 WIB
Ajakan Boikot Beijing 2008 Meluas
Amsterdam - Seruan pemboikotan Olimpiade Beijing 2008 terus meluas. Terakhir, seorang anggota Parlemen Belanda juga menganjurkan pemboikotan acara pembukaan dengan dalih catatan Hak Asasi Manusia Cina.

Joel Voordewind, seorang anggota Parlemen Belanda asal Partai Uni Kristen, mendesak pemerintah negara-negara di dunia mendukung boikot itu serta meminta perusahaan-perusahaan swasta menggunakan kekuatan finansial serupa untuk menekan Cina.

Persoalan HAM masih menjadi isu utama yang "dijual" para penganjur boikot. Persoalan Tibet serta keengganan Cina menekan Sudan (sekutu dekat Cina) dalam kasus HAM di Darfur adalah contoh-contoh isu utama mereka.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Adalah sangat mungkin untuk mengikuti Olimpiade tanpa mengikuti pesta pembukaan," ujar Voordewind seperti dilansir YahooSports. "Upacara semacam itu hanya bertujuan membuat Cina menang."

Namun ajakan Voordewind dianggap angin lalu oleh Pemerintah negaranya sendiri. Menlu Belanda Maxime Verhagen menegaskan tidak akan mendukung boikot. Pemerintah Belanda mengaku terus berdialog dengan Cina tentang isu-isu HAM.

Sebelumnya, pewaris tahta Kerajaan Inggris, Pangeran Charles, sudah mengutarakan niatnya untuk tidak mengikuti Olimpiade. Charles mengatakan hal itu adalah bentuk dukungan kepada pemimpin Tibet, Dalai Lama, yang kini mengasingkan diri akibat tekanan Cina.

Steven Spielberg kemudian juga menyampaikan sikap serupa. Sutradara kondang AS itu mengundurkan diri dari posisi penasihat artistik untuk acara pembukaan. Spielberg memberi alasan bahwa Cina membiarkan pelanggaran HAM di Darfur.

Karena itu, Voordewind juga melontarkan ide membuat sebuah tempat untuk mendiskusikan persoalan-persoalan HAM. Meski tahu akan ditentang, Voordewind berkata, "Bila (Pemerintah) Cina menentangnya, berarti mereka menentang HAM."

(arp/ian)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads