Buruknya permukaan trek di sirkuit sentul selama digelarnya GP2 akhir pekan telah menjadi keluhan para tim. Begitu pula banyak kerikil di trek membuat beberapa mobil para peserta mengalami kerusakan.
Kerikil tajam membuat lubang di bagian sayap, sidepods, bargeboards dan airboxes. Tim peserta melapisi atau memperkuat bagian-bagian tertentu dengan lempengan almunium sehingga tak menimbulkan kerusakan yang lebih parah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahkan Price mengaku mengalami kerugian sebesar 25.000 euro atau sekitar Rp 336 juta lebih permobil setelah tampil di sirkuit Sentul. "Itu hanya karena kerusakan saja," lanjut Price.
Pembalap tim iSport Karun Chandhok mengaku memiliki pengalaman yang sama ketika berlomba di ajang Renault V6 di Sentul dua tahun yang lalu. Namun kondisi trek saat ini menurutnya lebih parah.
"Sudah tak bagus, namun tak seburuk sekarang. Dengan mobil GP2 kami melaju lebih cepat, dan saya tidak tahu apakah karena pengaruh permukaan (lintasan) namun banyak batu yang berterbangan," ungkap Chandhok.
Kondisi trek yang tidak merata memang sudah memakan korban saat Race 1. Hanya sebelas dari 26 pembalap yang berhasil finis pada feature race, Sabtu (16/2/2008), beberapa diantaranya mengalami overheating.
Hal tersebut membuat Sentul terancam tidak akan menggelar lagi GP2 Asia tahun depan hingga beberapa perbaikan dilakukan pihak sirkuit. Operations Director GP2 Marco Cordello pun mengaku kecewa dengan kondisi tersebut.
"Kami tidak dapat memprediksikan hal ini. Ketika sirkuit mendapatkan lisensi, Anda berharap semua sudah memenuhi standar. Jika kami kembali ke sini kami akan meminta tingkat fasilitas standar yang cocok dengan GP2," tegas Coderllo. (key/arp)











































