Menunggu Event Internasional Lain di Sentul

Menunggu Event Internasional Lain di Sentul

- Sport
Jumat, 22 Feb 2008 16:19 WIB
Menunggu Event Internasional Lain di Sentul
Jakarta - Indonesia terhitung jarang menghelat event olahraga tingkat dunia. Kalau ada yang bisa rutin menggelarnya setiap tahun, Sirkuit Sentul mungkin jadi satu-satunya tempat.

Saat pertama dibangun, Sirkuit Sentul diniatkan bisa bersanding dengan Suzuka di Jepang untuk bisa menggelar F1. Namun krisis moneter yang menimpa Indonesia menghapus semua harapan tersebut.

Hal tersebut bertahan cukup lama yang membuat Sentul "vakum" lebih kurang delapan tahun. Sempat menjadi tuan rumah GP 500 cc dan Superbike di awal-awal berdirinya, baru tahun 2006 Sentul kembali kedatangan tamu besar saat A1GP mampir ke Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebuah prestasi mentereng langsung ditorehkan sirkuit sepanjang 3,95 km itu. Meski bersaing dengan banyak sirkuit top dunia lainnya, Sentul terpilih sebagai tuan rumah terbaik di musim pertama.

Gelaran A1GP musim 2006 menjadi semacam tongak kebangkitan kembali Sirkuit Sentul. Soalnya setelah itu, berbagai event otomotif dunia bisa disaksikan langsung warga Indonesia.

Usai berakhirnya era A1GP, akhir pekan lalu Sentul kembali menghelat event dunia saat menjadi tuan rumah Speedcar dan GP2 Asian Series. Dua event yang digelar dalam satu kesempatan ini tentu jadi pelipur sepadan setelah A1GP tak lagi mampir ke Indonesia tahun ini.

Dengan statusnya sebagai gerbang menuju F1, GP2 bahkan punya prestise yang lebih besar. Dari ajang inilah Lewis Hamilton, Nico Rosberg dan Timo Glock yang kini berlaga di F1 berasal.

Bahkan untuk tahun ini Sentul punya agenda lain yang tak kalah prestisius. Berdasarkan kalender yang dirilis FIM (Federation Internationale de Motocyclisme) akhir tahun lalu, Sentul menjadi salah satu tuan rumah Superbike. Rencananya event tersebut akan digelar pada 12 Oktober mendatang.

Sejak era kebangkitan kembali, Sentul memang selalu menghadirkan sesuatu yang berbeda buat pembalap yang menjajal lintasannya. Mulai dari penonton yang padat, interaksi yang pembalap-penonton yang sangat dekat dan berbagai kondisi lain yang tak ditemui di sirkuit lain.

"Tidak ada di tempat lain yang namanya penerjun payung mendarat di lintasan, interaksi yang dekat dengan penonton seperti kemarin. Coba Anda cari tahu juga di mana ada sirkuit dengan tantangan cuaca yang seperti di sini," seru Tinton Suprapto, pengelola Sirkuit Sentul dalam perbincangannya dengan detiksport.

Ibarat tak ada gading yang tak retak, Sentul juga memiliki kekurangan. Yang terakhir menjadi sorotan adalah soal kondisi lintasan yang buruk dan kemudian dikeluhkan banyak pembalap.

Soal hal tersebut Tinton memang mengaku salah dan meminta maaf. Namun dia juga meminta peran yang lebih besar dari pemerintah untuk ikut membantu pengelolaan sirkuit.

"Tak ada kecelakaan terjadi, 27 ambulans yang kami siapkan semuanya menganggur....Musibah kerikil itu sebuah handicap, tantangan buat pembalap tapi akan diperbaiki. Di sinilah uluran tangan pemerintah (diharapkan), supaya pemerintah bisa mengaspal," lanjut ayah Ananda Mikola dan Moreno Suprapto itu.

Kerjasama dan dukungan pemerintah memang sangat diharapkan, siapa tahu bakal ada event besar lain mampir ke Sentul. MotoGP atau F1, kenapa tidak? (din/a2s)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads