Dengan skor 3-1, Jakarta BNI mampu mengalahkan tim yang juga berasal dari kota yang sama, yakni Jakarta Elektrik PLN, dengan skor 23-25, 25-23, 25-23, dan 25-21.
Pelatih Jakarta BNI Taplus, Sukirno, bersyukur kali ini timnya bisa menang karena ia mengaku memiliki kendala, antara lain minimnya intensitas berlatih lantaran keterbatasan tempat latihan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu kubu Elektrik PLN mengakui permainan Dini Indah Sari dkk tidak sebaik lawannya. Pelatih Viktor Laiyan mengataan anak-anak asuhnya hari ini kurang kompak.
"Passingn-ya jelek sehingga penerimaan bola kurang optimal," cetusnya. "Masih terjadi kecerobohan-kecerobohan dalam passing yang dilakukan oleh anak-anak."
Pada pertandingan lain, Popsivo Polwan membuat Bogor Prayoga Unitas kembali menelan kekalahan, setelah kemarin menyerah dari Elektrik. Rita Kurniati dkk menang 3-1 (25-14, 23-25, 25-17, 25-17).
Β
"Mereka (Popsivo) memang lebih unggul. Ditambah dengan hadirnya dua pemain asing, anak-anak jadi nggak pede bisa menang," ujar pelatih Bogor Prayoga, Risco Herlambang, yang ditemui wartawan seusai pertandingan.
"Sebagai tim yang mayoritas adalah pemain muda, kami masih kurang matang dalam persiapan. Anak-anak masih kurang pengalaman sehingga belum bisa menghadapi tekanan. Seperti tadi contohnya, beberapa kali sempat memimpin terutama di set kedua tapi ternyata selalu tersusul."
(a2s/key)










































