Ricardo atau yang biasa dipanglil Kadok ini mengikuti putaran pertama Gudang Garam International Rally Indonesia 2008 dalam kondisi yang tidak fit. Namun ia dan navigatornya, Tony Sircombe, masih tampil baik dan finish di tempat keempat dengan catatan waktu 2 jam 11 menit dan 35 detik.
"Saya memang kalah fisik. Kondisi masih kurang baik karena minggu lalu sempat diserang demam berdarah. Hasil ini memang cukup lumayanlah. Saya ikut ini memang demi anak saya," kata Kadok di Parc Ferme di Banyuasin, Palembang, Minggu (9/3/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mudah-mudahan dia bisa mejadi pereli yang handal, sportif dan bersemangat. Anak memang perlu hobi dan tentunya juga jiwa kompetisi. Saya memang mendorong Sean untuk masuk di dunia reli karena hanya ini yang saya kenal," ungkap Kadok.
Meski demikian, ia belum berani bicara banyak mengenai prestasi Sean yang saat ini masih berusia 11 tahun. "Terlalu pagi kalau kita bicara mengenai prestasi Sean. Realistis sajalah kita lihat saja nanti."
Sementara Sean memiliki target yang tinggi dalam karirnya di dunia Reli. "Jika saya sudah jadi driver, target saya nanti adalah bisa tampil di ajang World Rally Championship (WRC)," tukasnya.
Sean akan menambah pengalamannya dengan turun di Sprint Rally. Sedangkan Ricardo berencana pensiun tahun depan. Namun ia masih tetap peduli dengan dunia reli dan ke depan akan membantu bibit muda berbakat.
(a2s/din)











































