Menurut keterangan Wakil Sekretaris Panitia Penyelenggara dari Trendypromo Mandira, Yayan Suryanto, Kediri sebenarnya diagendakan menjadi tuan rumah seri ke-3 kejuaraan nasional Motocross, bulan Juli mendatang. Akan tetapi, alasan keamanan membuat Kediri dimajukan menjadi seri pembuka.
"Dengan alasan keamanan karena digelarnya pesta demokrasi maka kita ajukan agendanya, Kediri sebagai seri pembuka," kata Yayan dalam jumpa pers di Coffeshop Hotel Insumo Palace Kediri, Kamis (27/3/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dari 300 pembalap yang kami targetkan termasuk kelas grasstrack, setidaknya hingga malam ini sudah 250 nama melakukan registrasi, termasuk para pembalap nasional," beber Yayan.
Dalam kejuaraan nasional tersebut, menurut Yayan akan mempertandingkan 7 kelas untuk kategori motocross, dan 6 kelas untuk kategori grasstrack. Dalam kejurnas motocross tahun 2008 ini, panitia pelaksana menghilangkan sistem grid, atau klasifikasi pembalap berdasarkan rangking nasional. Artinya, semua pembalap akan diberikan kebebasan mengikuti kelas yang diinginkan, sesuai dengan kemampuannya.
"Ini selain untuk semakin menyemarakkan kompetisi pembalap, juga sudah sesuai dengan regulasi dari FIM (Federation International of Motorsport)," ujar Yayan.
Yayan menambahkan, kejurnas motocross untuk tahun 2008 akan digelar sebanyak 8 seri, di mana agendanya telah ditetapkan. Setelah Kediri, seri selanjutnya akan digelar di sirkuit motocross Banjarmasin, Karawang, Cilacap, Cirebon, Salatiga/Jember, Subang dan Solo.
"Khusus untuk seri ke enam (Salatiga/Jember) memang belum kami putuskan, karena dua daerah tersebut sama-sama menyanggupi menggelar seri kejurnas. Namun untuk finalnya telah dipastikan akan digelar di Solo," tandas dia.
Foto: Panitia penyelenggara kejurnas Motocross 2008, Trendypromo Mandira dan PP IMI, serta panitia lokal dari Karisma Communication (Detiksport/Samsul Hadi).
(krs/arp)











































