Ditemui di padock tim Suzuki AHRS ORF Ink, Denny Orlando mengaku siap mempertahankan gelar juara bertahan dan crosser terbaik yang diraihnya tahun lalu. Perubahan regulasi, yakni tak diberlakukannya sistem grid pada tahun ini, dipastikan akan menjadi ajang persaingan pembalap senior dan junior.
"Sebagai juara bertahan jelas saya ingin kembali mengulang sukses. Dengan beban mental, saya akan tunjukkan saya tetap sebagai yang terbaik meski saya terhitung sebagai pembalap paling tua," tegas Denny Orlando, Jumat (28/3/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Denny Orlando yang mengendarai Zuzuki RMZ 250 CC juga telah mempersiapkan fisik, mesin kendaraan tunggangan, dan mentalnya, demi menggapi gelar juara.
Pembalap muda yang disebut-sebut sebagai "kuda hitam" dalam Kejurnas Motocross 2008, Alexander Wiguna, juga tak mau kalah. Pembalap kelahiran Sumba, 19 September 1991 dan tergabung dalam tim Jasalindo MX Team tersebut mengaku siap menyodok dan meruntuhkan dominasi pembalap senior seperti Denny Orlando, Zulfikar dan Aep Dadang.
"Bagi saya, sejak berhasil menyodok pada posisi tujuh dalam Kejurnas tahun lalu, satu posisi yang saya incar adalah yang terbaik dalam tahun ini. Dan saya siap melakukannya tahun ini," kata Alex, sapaan akrab Alexander Wiguna.
Dengan bekal latihan serius dan berguru pada pembalap kelas dunia di Australia, Alex mengaku sudah saatnya dirinya menjadi crosser terbaik nasional. "Mulai dari fisik, tunggangan dan mental telah saya siapkan dengan matang. Satu keinginan saya, pokoknya jadi yang terbaik," tekad dia.
Alex juga mengaku dengan kendaraan Honda CRF 250 R teknologi terbaru, dia mampu menyaingi kemampuan pembalap senior yang jelas lebih unggul dalam skil dan pengalaman melintasi trek sirkuit motocross.
Foto: Alexander Wiguna dengan tunggangannya Honda CRF 250 R (Detiksport/Samsul Hadi)
(krs/krs)











































