Dalam pertandingan pembuka hari Jumat (28/3/2008), tim puteri Jakarta Popsivo gagal merebut poin kemenangan dari Jakarta BNI Taplus. Kegagalan ini merupakan kekalahan kedua bagi Popsivo setelah sebelumnya menyerah 3-0 di Putaran 1 Seri IV di Bogor kemarin.
Jakarta Popsivo sempat berjaya di set pertama dengan skor 25-23, namun di set kedua BNI mampu berbalik menang dengan 23-25. Permainan ketat ini pun ternyata cukup menguras tenaga tim Popsivo, yang selanjutnya bertekuklutut di set ketiga dan keempat. Alhasil mereka pun menyerah dari dengan skor 1-3 (23-25, 25-23, 14-25, 21-25).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu pelatih Jakarta BNI Taplus Sukirno, yang mana timnya kini mencatat kemenangan kedua terhadap sesama tim asal Jakarta, mengaku kalau timnya sebenarnya tak bermain maksimal.
"Di set pertama, kami sempat memimpin 17-12 tapi karena pemain kurang percaya diri, kami malah kehilangan set pertama. Penampilan Wasti dan Barb kurang bagus di set pertama sehingga kami mengganti Wasti dengan Lita, baru setelah itu di set selanjutnya kami mulai menemukan format permainan yang sesuai," jela dia.
Manajer Jakarta BNI Taplus Gatot Suryaatmaja menambahkan, "Kami tetap salut pada tim karena satu sama lain sudah sehati. Semangat juangnya pantas diacungi jempol."
Dalam pertandingan kedua, Bogor Prayoga Unitas harus mengakui keunggulan Jakarta Elektrik PLN, dengan skor 3-0 (21-25, 20-25, 21-25).
Mengomentari kekalahan timnya, pelatih Bogor prayoga Unitas Risco Herlambang mengakui performa pemainnya kurang maksimal. "Dari segi materi, kami memang kalah. Pemain asing Jakarta Elektrik sangat dominan sedangkan kami hanya siap dengan satu pemain asing karena Katie akhirnya kami pulangkan. Jika dilihat dari segi pemain lokal kami sebenarnya tidak kalah, tapi memang kami lemah di receive," sesal dia.
Untuk melangkah ke Final Four, Risco masih memiliki keyakinan walaupun sebenarnya membutuhkan sedikit keajaiban.
Sedangkan Pelatih Jakarta Elektik PLN Victor Laiyan menyatakan kepuasannya atas kemenangan timnya. Namun, imbuh dia, masih banyak kelemahan yang harus dibenahi untuk pertandingan selanjutnya, terutama karena mereka lebih banyak menumpukan kekuatan pada pemain asingnya.
"Mengenai Final Four, kami lebih konsen pada pertandingan-pertandingan berikutnya dulu," tutup Victor
Jadwal Pertandingan:
Sabtu (29/3/2008)
Jember Pemkab vs Jakarta P2B Sananta
Gresik Petrokimia vs Jakarta BNI Taplus
Minggu (30/3/2008)
Jakarta P2B Sananta vs Surabaya Samator
Gresik Petrokimia vs Surabaya Bank Jatim
(krs/krs)











































