Memang tidak mudah untuk mendatangkan even otomotif dunia ke Indonesia. Terakhir rencana membawa Superbike dunia (WSBK) mampir ke sirkuit Sentul batal. Tak bisa dipungkiri bahwa fasilitas sirkuit memang belum siap untuk menggelar ajang kelas dunia ini, dan itu bisa dilihat dari keluhan para peserta GP2 yang baru saja tampil di sirkuit tersebut.
Namun, bukan hanya fasilitas Sentul atau trek yang kurang memadai saja. Finansial juga faktor yang sangat penting dalam setiap menggelar sebuah event. "Kemarin pada GP 2 memang ada kekurangan tapi saya rasa masih bisa diperbaiki," kata Kepala Bidang Olahraga PP IMI, Irawan Sucahyono kepada detiksport di Plaza Senayan, Jakarta, Selasa (1/4/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut, Irawan jumlah uang sebesar itu memang sudah menjadi standar untuk menggelar even motorbike dunia. Meski demikian, dia juga tidak menutup mata bahwa Indonesia memang membutuhkan sebuah sirkuit baru yang lebih berbeda baik karakteristiknya dari Sentul yang saat ini merupakan satu-satunya sirkuit internasional Indonesia.
"Di negara lain sirkuitnya memang banyak. Sirkuit baru tentu akan beda bentuknya. Ada pemikiran itu tapi belum ada gambaran yang lebih nyata. Sementara satu ini saja yang harus dibenahi dulu. Tapi banyak orang-orang yang memikirkan akan hal ini. Semoga dalam waktu yang akan datang ada yang bisa terealisasi," harapnya.
Mendatangkan even otomotif dunia ternyata juga sempat diminati oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla. Bahkan JK melirik Formula 1 dan melihat pulau Bali adalah tempat yang pas untuk menggelar ajang jet darat itu. JK melihat keuntungan menarik wisatawan seperti negara tetangga kita Malaysia yang sukses menggelar MotoGP dan juga F1.
(key/arp)











































