Pertengahan bulan lalu di Meksiko, Satrio mencatatkan sejarah saat mampu finish di posisi 11 pada sesi feature race. Dia malah sempat memimpin balapan selama beberapa lap sebelum akhirnya disusul driver-driver tim lain.
Itulah raihan terbaik Satrio yang baru tahun ini terjun di ajang A1. Duduk di posisi 11 yang berarti cuma terpaut satu strip dengan jatah poin terakhir membuat pemuda 23 tahun itu terpacu untuk segera meraih poin perdananya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti banyak sirkuit yang menjadi tuan rumah A1 musim 2008, ini juga akan menjadi balapan perdana Satrio di Shanghai. Tapi itu tak lantas membuat mantan pembalap Formula V6 Asia dan Formula3 Asia itu pesimistis.
"Saya sangat menantikan untuk membalap di Shanghai, sirkuitnya sangat luar biasa dan dengan trek lurusnya yang sangat panjang akan mengeluarkan seluruh potensi dari power boost yang dimiliki mobil A1GP," lanjut Satrio.
Setelah balapan di Shanghai, seri terakhir A1GP akan kembali ke Eropa di Sirkuit Brands Hatch, Inggris. Dengan musim yang hampir berakhir, Tim A1GP Indonesia juga akan menggunakan balapan di Shanghai untuk menunjukkan pengalaman yang sudah didapat sepanjang delapan balapan sebelumnya.
"Tim telah melakukan setahun pengembangan yang luar biasa, Satrio telah belajar banyak, tapi dia masih terhitung rookie bila dibandingkan dengan pembalap-pembalap lain yang sudah berpengalaman hampir 3 musim di A1GP. A1 Team Indonesia akan memanfaatkan balapan Shanghai untuk menunjukkan seberapa besar pengalaman yang telah dipetik timsepanjang musim ini," ungkap team principal A1 Indonesia, Bagoes Hermanto. (din/arp)










































