Mahalnya harga yang ditawarkan untuk memiliki hak siar Olimpiade ditenggarai menjadi penyebab dari kengganan stasiun televisi untuk melakukan kerjasama dengan Asian Brodcasting Union (ABU) --pemegang hak siar Olimpiade untuk wilayah Asia.
"Iya, sampai saat ini kita belum mendapatkan stasiun televisi yang mau membeli hak siar Olimpiade. Habis mau gimana lagi, mereka keberatan dengan harganya. 1,5 juta dolar AS (sekitar Rp 13,7 miliar) llho," tutur Sekretaris Jendral KONI Rosihan Arsyad, Selasa (01/07/2008) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita masih terus melakukan korespondensi dengan ABU karena kita juga masih berharap stasiun televisi Indonesia mau menyiarkannya. Kalau itu diserahkan pada KONI, ya kita nggak punya uang sebanyak itu," tandasnya.
(krs/ian)











































