Ancaman itu dilayangkan oleh kubu DKI Jakarta terkait hasil putusan rapat penetapan yang dilakukan oleh panitia pertandingan pencak silat Sabtu (12/7/2008) malam tadi. Panitia memutuskan DKI tetap kalah meski wasit yang memimpin pertandingan meminta maaf karena tidak melihat kejadian tersebut.
"Yang jelas DKI itu protes karena kita punya bukti yang kuat," terang Ketua Harian KONI DKI Jakarta Yudi Suyoto saat dihubungi detiksport.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini bukan soal kalah atau menang, tapi PON itu kan ajang cari prestasi bukan silaturahmi," imbuhnya.
Ketidakadilan ini sebenarnya sudah dirasakan oleh DKI sejak beberapa waktu lalu dalam cabang loncat indah. Atlet asal DKI Sari Ambarwati dan Shenny Ratna Amalia yang secara jelas melakukan loncatan lebih baik justru mendapat nilai yang lebih rendah.dan harus mendapatkan medali perak.
Kecurangan kedua terjadi di sportdance. Penilaian yang lazimnya dilakukan sesaat setelah atlet tampil, justru tidak dilakukan. Panitia memberlakukan sistem di mana keseluruhan atlet dipersilakan tampil, baru kemudian diberikan penilaian. Atas kondisi ini Kaltim mendominasi perolehan medali dengan tujuh dari delapan emas yang dilombakan.
"Kalau sampai surat protes ini tidak segera ditindaklanjuti, maka akan berakibat fatal. Bukan tidak mungkin kita akan melakukan boikot jika terus dirugikan. Besok bapak Wagub (Prijanto) juga akan datang untuk membahas masalah ini," tutupnya.
(krs/arp)











































