Jumlah 22 medali tersebut adalah tujuh emas, enam perak dan delapan perunggu. Menurut manajer kontingen atletik Jatim, Djoko Sudargo kepada wartawan, keberhasilan ini diraih atas kerja keras seluruh atlet.
"Sukses ini didukung oleh kerjasama dari seluruh pihak. Pelatih dan anak-anak sudah bekerja keras dan membuktikannya di sini," ujar Djoko.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun sayangnya, raihan ini dicapai melalui atlet-atlet mereka yang kebanyakan bukan berasal dari Kaltim seperti Rini Budiarti, Deysie Sumigar, Feri Marince dan Yahuza.
Sebagai catatan, Rini Budiarti berasal dari Yogyakarta, Deysie Sumigar dari Sulawesi Utara, Feri Marince asal Nusa Tenggara Timur dan Yahuza asal Bangka Belitung.
Perolehan medali atletik Kaltim berada satu tingkat di atas DKI Jakarta dan satu tingkat di bawah Jawa Barat. Padahal dua daerah itu sejak awal diunggulkan. Jawa Barat mengumpulkan tujuh emas, empat perak, dan empat perungggu, sedangkan DKI mendapat lima medali emas, tiga perak dan lima perunggu.
(arp/ian)











































