Sebagaimana diberitakan sebelumnya, DKI merasa dirugikan pada beberapa cabang olahraga tidak terukur yang memang menjadi andalan dalam perolehan medalinya. Cabang-cabang tersebut adalah loncat indah, sport dance, berkuda, dan yang terakhir pencak silat. Imbasnya, DKI menduduki peringkat ketiga berada dibawah tuan rumah dan Jawa Timur.
Melesatnya pengumpulan medali Kaltim menimbulkan kecurigaan karena selama ini pembinaan olahraganya mereka dianggap tidak lebih bagus dari DKI Jakarta . Menanggapi ini, Ketua Kontingen Kalimantan Timur, Zuhdi Yahya, berujar santai, "Biasalah itu."
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Masih menurutnya, prestasi yang diraih Kaltim bukan semata-mata terjadi begitu saja. KONI Kaltim yang bertanggung jawab atas olahraga masyarakatnya sudah lama melakukan pembinaan. Satu keuntungan yang memang dimiliki oleh tuan rumah hanyalah atlet-atlet mereka sudah paham dengan kondisi venue.
"KONI Pusat punya data-datanya kok. Kalau kita mau 'main mata', perak dan perunggu kita nggak sebanyak sekarang. Kita pasti minta semua dapat emas," imbuh pria yang juga menjabat sebagai Pelaksana Harian Ketua Umum KONI Kaltim itu.
"Yang jelas, Kaltim main dengan menjunjung tinggi sportivitas. Kita main fair," tandasnya.
(roz/din)











































