Ditemui usai mengalahkan Ari Yuli Wahyu 21-12 dan 21-7, tunggal ketiga Cipayung ini mengungkapkan alasan kenapa dirinya tak mau sesumbar. "Persiapan saya sih cuma jaga kondisi aja karena saya sudah pernah dua kali kalah dari Andre," singkatnya.
Pertemuan keduanya memang sudah enam kali terjadi. Namun di laga terakhir pada final beregu beberapa waktu lalu, pria kelahiran Tegal ini harus mengakui keunggulan Andre. Simon kalah dua set langsung, 15-21 dan 18-21 hanya dalam
waktu 39 menit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penampilan Simon memang tak bisa diprediksi. Dari tiga pertarungan terakhir yang dijalaninya, yakni Singapore Open, Indonesia Open, bahkan final beregu PON 11 Juli lalu, dirinya selalu takluk dari lawan-lawannya. Sehingga tak heran kalau julukan sebagai pemain spesialis final pun sempat menghinggapinya.
Apakah Simon bisa merubah stereotip yang lekat dengan dirinya ini? Kita tunggu saja besok. (key/arp)
