Tersebar dibeberapa tempat, penjualan buah tangan ini menjadi berkah tersendiri bagi para pedagang. Baik itu mereka yang menjual souvenir maupun yang menjajakan makanan dan minuman. Ini lantaran mereka bisa meraup untung yang cukup besar dari penjualan.
Souvenir yang terdiri dari kaus, topi, tas, pin, sandal, baju anak dan barang khas lainnya dari Kalimantan Timur yang bercirikan PONΒ XVII Kaltim dijual dengan harga beragam. Mulai dari 5000 ribu rupiah untuk satu buah pin hingga yang paling mahal, sarung Samarinda yang bisa mencapai harga jutaan rupiah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tapi jika sebaliknya, disarankan untuk membeli buah tangan di pedagang kaki lima yang menghiasi pelataran berbagai venues atau bahkan mendatangi pusat kegiatan pengrajin. Hanya saja soal keaslian barang, terutama barang-barang kerajinan tangan, tak bisa dijamin jika anda membelinya dari PKL.
"Paling banyak laku, kaus sama sarung. Sudah beberapa hari ini, kita jual banyak. Kebanyakan sih buat oleh-oleh," terang salah seorang pedagang yang ditemui detikSport di Stadion Sempaja Samarinda, Kamis (16/7/2008) .
Kaus bertuliskan PON XVII Kaltim atau berciri Kaltim dijual dengan kisaran harga 20-35 ribu rupiah. Sedangkan untuk sarung tenun Samarinda, ada yang dijual 300-500 ribu rupiah tergantung pada kualitas sarung itu sendiri.
"Kalau yang benar-benar bagus, bisa jutaan harga sarungnya. Tapi kita nggak jual karena peminatnya kurang," tukasnya. (key/arp)











































