Cari Tantangan, Bukan Hadiah

Djarum Super Adventurace

Cari Tantangan, Bukan Hadiah

- Sport
Senin, 04 Agu 2008 04:18 WIB
Cari Tantangan, Bukan Hadiah
Leuwiliang - Mencari tantangan dijadikan alasan oleh beberapa peserta dalam mengikuti Djarum Super Adventurace, ketimbang mendapatkan hadiah. Tapi ada yang merasa sejauh ini tingkat "keseraman" tidak seperti yang dibayangkan sebelumnya.

Kalau mau beberapa hadiah bestatus "wah", para peserta bisa mendapatkannya -- kalau menang. Siapa yang tak mau mendapatkan mobil Toyota Rush atau Toyota Avanza? Atau mungkin Honda CBR dan sebuah notebook.

Untuk masuk menjadi peserta Djarum Super Adventurace sendiri saja cukup sulit. Dari 128.000 pendaftar, panitia hanya menerima 65 orang saja setelah melalui proses seleksi. Jumlah terakhir akhirnya menciut menjadi 59 orang saja karena beberapa peserta menemui halangan seperti jatah cutinya dari kantor sudah habis atau tengah menjalani skripsi kuliah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nah, kalau sudah sesulit itu masuk ke Adventurace, bukankah lebih terasa menyenangkan apabila di akhir kompetisi mendapatkan hadiah? Nyatanya tidak. Bagi sebagian peserta, menikmati tantangan alam jauh lebih meyenangkan, selain mencari pengalaman baru, melepas kepenatan dari rutinitas sehari-hari juga menjadi alasan.

"Kalau hadiah itu soal nomor dua," tandas Riky Yudha, peserta asal Cilegon, kepada detiksport. "Di sini juga banyak yang sudah terbiasa mengikuti kegiatan seperti ini. Biasanya pada mencari tantangan, kalau karena hadiah takutnya nanti malah terbebani," imbuh pria yang sehari-harinya bekerja di dinas perhubungan laut ini.

Riky pun sempat meminta kepada detiksport foto yang menggambarkan aksinya dalam beraktivitas dan saya pun menyarankan kepadanya agar foto tersebut nantinya dikirim lewat e-mail. "Lumayan 'kan nanti begitu di kantor saya buka e-mail ada foto saya," ujarnya.

Lain lagi dengan Teo. Peserta asal Jakarta ini mengaku tantangan seperti jeepin, mountain biking, dan canoeing tidaklah seseram yang ia bayangkan sebelumnya. Pria berusia 29 tahun ini pun mengaku enjoy mengikuti kegiatan selama di Leuwiliang ini.

"Ternyata tidak seseram yang saya bayangkan sebelumnya. Tadi sudah coba macam-macam, ada jeeping juga mountain biking," tukasnya.

Pada hari kedua ini, Minggu (3/8/2008), sebanyak 29 peserta akhirnya juga harus tereliminasi. Mereka adalah yang mendapat poin terendah dalam kegiatan yang berlangsung hari ini sehingga hanya tinggal 30 peserta saja yang tersisa. Di antara ke-30 peserta itu tak ada satupun peserta wanita. Mereka termasuk ke dalam grup petualang yang telah "dijantar" pulang. (roz/a2s)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads