Presiden IOC Jacques Rogge menyatakan bahwa tradisi menyalakan api Olimpiade dari sumbernya di Olympia, Yunani, dan memulai pawai obor dari sana. Tetapi IOC memandang perlu dibatasinya arak-arakan itu di dalam negeri negara penyelenggara saja.
"Kami mempertimbangkan untuk menciptakan ketenangan dan kedamaian dalam acara pawai obor Olimpiade di masa mendatang," ujar Rogge di sela-sela sidang IOC di Beijing, seperti dikutip Reuters.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami menghargai protes dan kebebasan berekspresi. Tetapi kekerasan adalah bertentangan dengan semangat Olimpiade," kata Rogge. "Kami percaya pada simbolisme yang kuat yang terdapat dalam arak-arakan obor."
He Zhenliang, seorang anggota senior IOC asal Cina, mengatakan dirinya sangat kecewa terhadap protes anti-Cina dan menegaskan bahwa api Olimpiade adalah simbol yang kuat untuk menyatukan pemuda dunia untuk berkompetisi dalam kedamaian dan harmoni.
"Setelah insiden-insiden tersebut, kami yakin lebih dari sebelum-sebelumnya bahwa kita perlu untuk menyambut baik dan menjaga api itu. Kita harus berupaya untuk memastikan bahwa insiden seperti ini takkan terulang lagi. Ini adalah harapan. Saya tak tahu apakah itu bisa diwujudkan," tandas Zhenliang.
Foto: Pawai obor Olimpiade di Jakarta (detiksport/Rossi Finza Noor)
(arp/a2s)











































