Arne Ljungqvist, Presiden Komisi Medis IOC yang juga Wakil Presiden Badan Anti Doping (WADA), mengaku kecewa dengan skorsing yang dijatuhkan kepada tujuh atlet perempuan Rusia, beberapa di antaranya potensial meraih medali di Olimpiade 2008.
Atlet-atlet tersebut menjadi sasaran penyelidikan oleh Federasi Atletik Internasional (IAAF), yang dengan menggunakan bukti DNA menemukan bahwa urine atlet-atlet tersebut telah tercemar substansi doping.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari ketujuh atlet perempuan Rusia itu ada nama Yelena Soboleva, peringkat teratas nomor 800 dan 1500 meter putri serta Tatyana Tomashova, juara dunia 1500 meter dan peraih medali perak Olimpiade Athena 2004.
Di luar kasus itu, dua pejalan cepat, Valery Borchin dan Vladimir Kanaikin, juga batal turut serta ke Beijing setelah dites positif terdapatnya kandungan doping EPO.
Pembalap sepeda Vladimir Gusev juga tidak akan berlomba di Olimpiade setelah dirinya dipecat tim Astana bulan lalu karena dicurigai doping. Padahal pembalap 25 tahun itu jadi harapan meraih medali di nomor Individual Time Trial (ITT).
(arp/a2s)











































