Dihelatnya pesta olahraga se-dunia di Beijing memang memaksa ratusan juta pasang mata menaruh perhatiannya di Negeri Tirai Bambu itu. Bukan hanya karena event olahraganya sendiri, namun juga terkait dengan kondisi ekonomi, sosial dan politik di Cina itu sendiri.
Mulai dari bencana gempa bumi yang merenggut belasan ribu jiwa beberapa waktu lalu, hingga panasnya konflik antarnegara dengan Tibet, semuanya kini menjadi buah bibir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang paling penting adalah orang-orang berusaha untuk membuka diri dan menerima ide yang berbeda," bilang Frank Lin, penjaja obat-obatan tradisional khas Cina di New York.
"Hal itu merupakan hal yang bagus, tidak hanya terkait dengan olahraga, melainkan juga untuk hak asasi dan kebebasan berpendapat," sambungnya seperti dilanir Reuters.
Fen Huang, 35 tahun, juga memiliki pendapat serupa. Wanita yang bekerja sebagai kasir di sebuah restoran itu menilai event tersebut bisa menjadi momen bagi Cina untuk mempromosikan diri ke dunia.
"Momen ini bagus untuk perekonomian, dan juga banyak orang di sini yang jauh lebih tahu tentang Cina. Semua ini bakal menarik dan pastinya kami akan menjagokan Cina," tandasnya.
Namun demikian bukan berarti event tersebut tidak berpeluang menjadi event yang malah manjatuhkan citra Cina di mata negara lain. Hal ini akan terjadi bila Cina tidak menjamu semua tamunya dengan baik dan mengeluarkan batasan-batasan yang terlalu dibuat-buat.
(ian/din)











































