Biarpun dalam perjalanannya "diganggu" berbagai aksi protes terkait isu-isu terutama HAM di negara berpenduduk terbanyak di dunia itu, tapi parade obor api Olimpiade tetap berjalan, dan kini sudah mendekati titik akhir.
Dikawal ribuan orang berbaju kuning, api Olimpiade mulai menaiki Tembok Raksasa pada hari Kamis (7/8/2008) pagi, saat kabut masih menyelimuti angkasa dan gerimis sedikit membasahi salah satu bangunan terhebat yang pernah ada dalam sejarah peradaban manusia itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Banyak masalah dengan perjalanan obor ini, tapi sekarang saatnya berpesta,β kata seorang mahasiswa berusia 28 tahun bernama Weng Chengyu. "Anda lihat ini semua? Ini menunjukkan betapa orang China mencintai Olimpiade."
"Kami telah menjelajani banyak kota dari Olympia ke Tembok Raksasa. Kami menangis berkali-kali. Ini sungguh sangat emosional, terutama ketika Anda melihat reaksi masyarakat China," ujar Xiaohong Lu, yang mengikuti parade obor Olimpiade di berbagai negara, seperti dikutip Reuters.
Pawai obor api Olimpiade, yang telah mengembara ke lima benua dan menyambangi berbagai tempat di China, hari ini akan berakhir di salah satu tempat bersejarah lainnya, yaitu Ditan alias Kuil Kematian, di kota Beijing. Besok obor akan dibawa ke National Stadium, Beijing. (a2s/arp)











































