Sehari sebelum event mountain bike itu digelar, detiksport sempat mencoba menjajal menaiki sepeda mengelilingi daerah di sekitar Jatiluhur. Tentu bukan dalam konteks sedang melakukan lomba seperti peserta, hanya sekadar bersepeda santai saja.
Jalan utamanya memang beraspal, namun jalan menuju kamp DSA tidak. Selain banyak tanjakan, konturnya juga tidak rata, bahkan berbatu. Hal inilah yang kemudian membuat seseorang pasti cukup kesulitan untuk menggenjot sepedanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain harus menaiki tanjakan berbatu, para peserta juga disediakan trek melewati bukit dan menyebrangi sungai Citarum. Ada juga lintasan di mana mereka melaju di atas dam waduk Jatiluhur dan melewati sawah. Semua itu dilakukan di bawah panas terik matahari.
Hasilnya, beberapa peserta ternyata sempat kepayahan menghadapinya. Dari obrolan santai dengan para official dan penjaga pos, terungkaplah bahwa beberapa peserta sempat santai sejenak ketika peluh mulai membanjiri tubuh mereka.
"Di pos saya tadi sempat ada yang tidur-tiduran sementara teman satu timnya tertinggal jauh. Mungkin ada sekitar 15-20 menit dia tidur," tandas salah seorang official bernama Titis.
"Tadi pas saya cek jalur, saya cuma lihat ada sepedanya doang di sawah. Saya pikir 'Lho, orangnya ke mana?' Ternyata ia lagi santai di bawah pohon," ungkap official lainnya.
Selain kecapaian, ternyata ada juga peserta yang kehabisan nafas sehingga harus beberapa kali membutuhkan bantuan dari tim medis. "Tadi ada juga peserta yang diberi oksigen sampai beberapa kali. Itu si Firman dari tim Gorilla," ucap Titis.
Lalu, bagaimana dengan tanggapan peserta sendiri? Reza Andranto yang berasal dari tim Gorilla mengatakan bahwa ia lebih baik ber-trekathlon (lintas alam) ketimbang menjalani kegiatan ini. "Kalau saya sih mending trekathlon, masih kuat. Kalau mountain bike nggak lagi deh," tukasnya.
Seperti biasa, di akhir acara harus ada satu tim yang tereliminasi dan kali ini mereka adalah tim "Wolf". Kelompok yang beranggotakan Ferry Hermawan, M. Ariel Ishardika, dan Irham Kahruddin ini memang tidak mengikuti kegiatan mountain bike dikarenakan salah satu anggota mereka, Irham, mengalami patah kaki kiri kemarin. Akibatnya, poin mereka pun menjadi yang terendah dan harus "angkat ransel".
(roz/din)











































