Pada tahun 1992, atau 16 tahun silam, Indonesia sukses meraih medali emas pertama di Olimpiade lewat perjuangan Susi Susanti di arena bulutangkis. Kesuksesan dilengkapi dengan tambahan satu medali emas lagi dari Alan Budikusuma.
Semenjak itu, olahraga "tepuk bulu" setia mempersembahkan medali emas di gelaran olimpiade. Rexy Mainaky/Ricky Subagja meraihnya tahun 1996, diikuti Tony Gunawan/Candra Wijaya empat tahun setelahnya. Empat tahun lalu, giliran Taufik Hidayat yang sukses menggondol medali emas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebuah prestasi tentu harus bisa dipertahankan, dan jika memungkinkan ditingkatkan. Pun demikian pula harapan yang dibebankan kepada atlet-atlet Indonesia yang akan berlaga di Olimpiade.
Dalam hal ini, atlet-atlet bulutangkis yang secara tradisi jadi pendulang medali emas tak pelak jadi tumpuan utama kendati torehan prestasi dari dunia bulutangkis belakangan cukup seret.
Melihat hal itu, secara realistis Mennegpora Adhyaksa Dault enggan mematok target terlalu tinggi di Beijing. Syukur-syukur jika bisa mendapat hasil yang lebih, bonus wah pun sudah menanti.
Perburuan mendulang medali Olimpiade secara resmi akan dimulai Jumat (8/8/2008) malam. Atlet-atlet "Merah Putih" pun siap memeras tenaga dan peluh untuk bisa mempersembahkan yang terbaik buat ratusan juta rakyat Indonesia.
Dengan semangat motto Citius Altius Fortius (Lebih cepat, Lebih tinggi, Lebih kuat), mampu pertahankan satu raihan medali emas, atau malah bisa lebih, Indonesia?
(krs/arp)











































